#30

1074 Words

Pria gila itu melempar barang-barang ke arah Sari yang terpojok di sudut kamar apartemen, tanpa ampun, tanpa tedeng aling-aling. Buku-buku, kaset-kaset film, hingga piring dan gelas, melayang ke arahnya. Beberapa membentur tembok dan tidak sedikit yang menghantam tubuh mungil itu, menyisakan tubuh yang memar dan biru-biru. Sari menangis, meratap dan memohon ampun. Namun, sekuat apa pun memohon, Winter tidak jua berhenti. Malah semakin ganas dan tidak bisa dihentikan. “Maaf, Sayang! Maafkan aku!” “Gila! Kamu gila! Kamu sengaja mau menghancurkan karirku, ya?” “Tidak! Mana mungkin aku begitu!” Sari terus menyilangkan tangan di depan kepala. Sebuah album foto menghantam lengannya lalu jatuh ke lantai dalam keadaan terbuka. Terlihat, fotonya bersama Winter. Orang paling dicintainya, paling d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD