"Hai.." Aku terdiam kaku, menatap sosok yang duduk di depanku. Pria berkulit putih ini menatapku tersenyum manis namun masih tampan suamiku yang pasti, "Hai Ghaniaaa..." Sapa pria ini dan aku hanya tersenyum canggung. "Hai ko.." "Sama siapa? Sendiri?" Tanyanya melihat sekitar, mungkin dia mencari seseorang yang datang bersamaku. "Eh iya sendiri, hmm itu tadi kebetulan ban mobil aku bocor, jadi sambil nunggu sekalian lunch." Balasku berusaha untuk biasa saja, namun dia tersenyum miring seolah tau bahwa sampai saat ini aku belum bisa bersikap layaknya teman biasa di depannya. "Kayaknya sulit ya Ghan buat kita kembali berteman seperti dulu." Lirih Niko mengatakan hal itu padaku. "Padahal aku berharap dulu setelah menyatakan hal itu kita akan baik-baik saja, tapi aku salah." Tambah Niko,

