Layaknya pengantin baru pada umumnya, rasanya enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Aku merasakan kenyamanan pelukan hangat di pagi hari bersama suami yang masih terlelap dengan wajah lelahnya. Ya bagaimana tidak lelah, sehari setelah resepsi kami dikejutkan oleh Ayah Hafiz dan Bunda Kinan, kado pernikahan berupa tiket bulan madu ke Bali selama lima hari. Padahal sebelumnya aku dan Mas Abi tidak mementingkan hal yang satu ini, lagi pula aku juga memikirkan budget yang harus dikeluarkan oleh Mas Abi, banyaknya pengeluaran yang harus ditanggung oleh Mas Abi membuatku enggan untuk mengusulkan ini. Namun, karena ini hadiah dari orang tua, mau tidak mau kami harus menerima, apalagi Ayah Hafiz sudah memesan 'buah tangan' yang justru 'buah tangan' itu menjadi tugas berat untukku dan Mas Abi.

