Pagi itu, Violeta nampak sibuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. Kini, semenjak hubungannya dengan Bram sudah harmonis yang sesungguhnya, dia semakin menunjukkan peran sebagai sosok istri dan ibu yang baik. Untuk sarapan pagi ini, dia membuat nasi goreng seafood kesukaan Bram dan Berlin. Ini merupakan permintaan mereka berdua. Violeta sedang sibuk mengaduk nasi di penggorengan, tiba-tiba tangan besar melingkar di perutnya. “Sayang, kamu udah bangun?” Violeta bertanya, tapi tangannya tetap cekatan mengaduk. Bram semakin merapatkan pelukan. Dia menyusupkan wajahnya di ceruk leher Violeta dan sesekali menggigit kecil. “Aku pasti terbangun kalau kamu ninggalin aku sendiri di ranjang.” Bibir Violeta terangkat mendengarnya. Dia menoleh menatap wajah tampan sang suami yang masih kus

