Kecewa

1003 Words

Malam itu, Violeta tak berhenti melamun, matanya bengkak karena menangis sejak siang tadi. Pertengkaran hebat antara dirinya dengan sang papa, membuatnya tak tenang. Seumur hidupnya, baru kali ini melontarkan kata-kata kasar terhadap sang papa. Ada rasa sakit di ulu hati ketika dia menyakiti orangtuanya, tapi semua itu di luar kendali karena dia benar-benar sudah teramat sangat sakit dan kecewa. Bram sejak siang tak berhenti membujuknya agar tidak bersedih lagi. Berlin pun sejak siang tadi selalu menghiburnya, hingga akhirnya malam ini dia tidur di kamar orangtuanya. Violeta memilih duduk di balkon untuk menenangkan pikiran. Sesekali tangannya terlihat sedang menyusut air mata. Bram datang dengan membawa segelas s**u cokelat hangat, karena dia tahu itu merupakan minuman favorite sang i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD