Pagi itu, Bram sedang bersiap-siap untuk mengantarkan Violeta dan Berlin ke sekolah. Dia sedang memanaskan mobil. Setelah semuanya siap, mereka pun berangkat. Di pagi yang cerah itu, wajah mereka bertiga tak kalah cerah, karena tadi malam mereka tidur bersama setelah obrolan Bram dan Violeta selesai dan mereka saling menyemangati. Lalu, Bram memindahkan Berlin ke kamar mereka, karena tadi siang bocah itu sudah merengek dan menagih janji untuk tidur bersama. Semua itu atas permintaan Violeta untuk memindahkan sang putra. “Mama, Papa, terima kasih banyak ya, karna tadi malam udah ngizinin Berlin bobo bareng.” Berlin berkata sambil mencium kedua pipi Violeta, lalu beralih mencium pipi Bram. “Iya, Sayang. Pokoknya kapan pun Berlin mau bobo bareng mama dan Papa, tinggal ngomong aja.” Violet

