“Akhh, tenggorokanku sakit banget. Aahhhh … aduuhhh panas banget ….” Violeta berteriak kesakitan setelah meminum teh hijau buatan Lina. Matanya berair dan wajahnya memerah. Bram langsung menghampiri, dia sangat panik dan cemas melihatnya. “Vio, kamu kenapa? Tenggorokanmu kenapa? Apa yang terjadi sama kamu, Vio?!” Bram berteriak. “Om, tenggorokanku sakit banget, terasa terbakar.” Wajah Violeta semakin memerah. Bram tercenung. Ditatapnya cangkir yang berisi teh hijau. Dia langsung berdiri. “Linaaaaa … kemari!” Amarahnya seketika langsung memuncak. Dia mencurigai Lina, karena Violeta seperti itu setelah meminum teh buatannya. Dadanya bergemuruh, jantungnya berdegup kencang. Lina yang sejak tadi menguping sangat terkejut. Dia merasa sangat ketakutan mendengar suara Bram yang menggelegar.

