Curiga

1319 Words

Bram mengejar orang yang bersama Berlin, tetapi terlambat karena orang itu sudah melesat pergi membawa kendaraan sangat cepat sekali. Sementara Bram tak mengenalinya sebab orang tersebut menggunakan masker, kacamata hitam, dan hoodie. Berlin hanya diam menatap kepergian orang itu, lalu menatap sang papa. Wajah Bram menegang, dia memeluk erat tubuh putranya yang terlihat santai tanpa merasa takut. “Berlin, Sayang. Kamu dari mana dan sama siapa? Papa kan udah sering bilang kalau kamu gak boleh sembarangan ikut orang yang gak dikenal.” Bram memegang wajah sang putra. “Maaf, Pa. Tadi Berlin diajak orang itu, dia mau beliin ice cream. Katanya dia teman Papa dan udah diizinin sama Papa.” Berlin menatap Bram tanpa rasa bersalah. Mata Bram terbelalak mendengarnya. Dia kembali memeluk sang putr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD