Rapuh

1305 Words

“Mama … jangan tinggalin Vio, Ma. Bawa Vio bersama Mama ke surga. Di dunia ini Vio hanya sendirian, Ma. Vio sedih, Vio kesepian tanpa Mama. Mama ….” Violeta berteriak histeris, lalu terbangun. Dia berusaha duduk, tapi rasa nyeri di pelipis membuatnya kesulitan. Dia memegang bagian luka yang diperban. Violeta belum menyadari apa yang telah terjadi padanya, hingga tatapannya bersirobok dengan mata Bram yang merah. Bayangan di saat Bram mencumbu hingga melucuti pakaiannya di mobil, kini kembali menari-nari dalam ingatan. Tanpa terasa buliran bening jatuh membasahi kedua pipinya. Dia langsung membuang muka. Betapa malunya dia pada Bram karena telah melihat seluruh tubuhnya. Sementara Bram sejak tadi menatapnya tak berkedip. Dia merasa sangat bersalah melihat keadaan Violeta yang kini terba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD