Setelah mengatakan itu, Bram mendorong pelan tubuh Violeta hingga mereka terjatuh bersama di ranjang dengan posisi Bram menindih tubuhnya. Bibirnya masih dengan setia melumat dan menyesap bibir sang istri dan turun menyusuri lehernya yang jenjang dan putih mulus. Disesapnya leher tersebut hingga meninggalkan jejak-jejak kiss mark. Tangan Violeta memukul-mukul punggungnya dan memberontak. Dia berusaha melepaskan diri dari kungkungan Bram yang sedang dilanda nafsu birahi. Namun, tenaga Bram jauh lebih kuat, hingga dia tak berhasil melepaskan diri. Bram seperti orang yang dahaga dan kelaparan. Dia tak memberi kesempatan pada Violeta untuk bernapas barang sedikitpun. Dengan penuh hasrat dan gairah yang menggebu, dia terus mencumbunya. Kini, tangannya pun tak tinggal diam, terus bergerilya d

