Mabuk ( 21+ )

1308 Words

Violeta tersentak. Ia sungguh terkejut mendengar suara Bram yang menggelegar dan tiba-tiba sudah berdiri didekatnya dengan wajah garang. Baru kali ini ia melihat wajah pria tersebut yang sangat menyeramkan. Dengan susah payah ia meneguk ludah yang tercekat di tenggorokan. Bram langsung menggendong tubuh mungil sang putra, lalu pergi tanpa kata. Dijah, seorang asisten rumah tangga datang menghampiri Violeta. “Non, maaf. Pak Bram emang paling gak suka kalau ada orang yang membahas tentang mamanya Den Berlin di hadapan Den Berlin.” Dijah berkata sambil menunduk. Violeta semakin penasaran dibuatnya. Dia mendekati Dijah. “Bi, emangnya kenapa kok Om Bram gak suka kalau ada yang bahas istrinya?” “Maaf, Non. Mantan istri, bukan istri.” “What? Apa maksud Bibi?” “Maksud bibi —” “Bi Dijah! Ker

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD