Mawar Hitam

1305 Words

Violeta terpaku mendengar ucapan Bram. Bram menunjukkan seolah-olah suami yang sesungguhnya, yang benar-benar mencintainya dengan setulus hati. Namun, pikiran itu ditepis jauh-jauh olehnya, sebab Bram berkata seperti itu hanya demi sang putra. “Om, kamu kenapa?” Violeta bertanya pelan. Bram tersadar, sontak dia melepaskan pelukan. Ditatap wajah Violeta dengan degup jantung yang bertalu-talu. Diusap pipinya yang basah. “Vio, a-ku kira kamu pergi. Maaf karna aku bersikap seperti itu dan membuatmu gak nyaman.” Lalu Bram duduk di samping Violeta. Violeta memaksakan bibirnya untuk tersenyum. Dia masih bisa melihat dengan jelas kekhawatiran yang terpancar di wajah Bram, tetapi dia tak mau terbawa suasana. Dia menghirup oksigen berulang kali agar perasaannya tenang. Setelah ia bisa menguasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD