Aruna menang

1202 Words
Hari kedua, untuk pertemuan calon yang di pilihkan oleh ibunya. Kali ini Aruna pergi bersama dengan Ayuna. karena ibu Wianah ingin pertemuan kali ini berhasil dengan ingatan Ayuna bukan Aruna yang salah mengenali orang karena kurang teliti. "Runa kamu ingat kan orang yang bernama Wildan itu?" tanya Yuna. Sambil memainkan ponsel Aruna. "Ingat," jawab Aruna. Ya, selama seminggu ini. Aruna akan dipadatkan dengan jadwal pertemuan bersama calon yang telah dipilihkan oleh ibunya. Seperti pertemuan kedua kali ini ia akan bertemu dengan pria yang bernama Wildan. Ibu Aruna berharap pertemuan kali berhasil. Memberi kabar bahagia kalau Aruna sudah dekat. Namun harapan ibu Aruna harus pupus ketika Aruna bilang tidak menyukainya dan ada alasan-alasan yang membuat pertemuan ini gagal menciptakan sebuah hubungan. ditambah dukungan Ayuna yang tidak setuju. Dan setelah satu minggu berlalu dari semua itu tidak ada satupun yang berhasil membuat ibu Aruna bahagia. Malah kekecewaan yang selalu ibu Aruna rasakan ketika setiap pertemuan itu Aruna gagal menjalin hubungan serius atau hanya sebuah pertemanan. Ada saja alasannya. Bahkan tingkah Aruna juga yang menjadi faktor pemuda yang dikenalkan tidak ingin melanjutkan perkenalannya. Lalu apa saja yang dilakukan Aruna selama seminggu ini kepada Lima pria yang dikenalkan. Yuk kita lihat. Hari pertama dalam seminggu ini Aruna akan bertemu Rendi. tapi gagal bertemu. Dan itu tidak dilanjutkan karena Aruna yang sudah malas dan tidak ingin bertemu lagi. Padahal pria yang bernama Rendi itu ingin sekali bertemu dengan Aruna. Bahkan pria yang bernama Rendi itu akan datang ke rumah Aruna langsung. Akan tetapi Aruna yang sudah sangat malas pun tetap menolak dan jika Rendi memaksa pun Aruna tetap tidak akan menemuinya. Kedua pria yang bernama Wildan. kali ini pria yang bernama Wildan itu memiliki tubuh yang sangat bagus. Akan Aruna tidak ingin mengenal jauh lagi. Sebab Wildan memiliki banyak mantan dan alasan lain adalah Wildan itu orangnya pemalas. Dari bicara juga sikapnya yang membuat Aruna muak. "Hai kamu Aruna ya?" tanya pria kepada Aruna. Sedangkan Aruna yang tak paham menatap pria itu dari atas sampai bawah. Sehingga Ayuna yang melihat itu langsung menyikut perut Aruna memberi tahu kalau pria itu adalah Wildan orang yang akan dikenalkannya. Aruna yang paham akan itu hanya mengangguk sebagai jawaban. "Hitam manis, beda banget sama mantan pacarku sebelumnya putih," kata pria bernama Wildan. Kemudian duduk tanpa permisi dan langsung menilai Aruna dan meminum jus pesanan Aruna dan Ayuna yang baru saja datang. "Tapi gak masalah kok, lagipula aku juga bosen dapet yang bening-bening kali-kali dapat yang eksotis," lanjutnya, dan bla bla bla. sungguh Aruna tidak menyukai sikap Wildan yang sangat tidak sopan dan sok akrab itu. Dan pada akhirnya Aruna memutuskan untuk pamit setelah mengobrol. Bukan tapi mendengarkan Wildan berbicara yang ini dan yang itulah. Yang dibalas oleh Ayuna asal karena Aruna sibuk memperhatikan Wildan bukan karena suka tapi melainkan sikap Wildan yang menurutnya itu sangat tidak sopan. Sehingga ketika Wildan meminta no ponselnya pun dengan malas-malasan Aruna memberikannya. Dan ketika Wildan mencoba menghubunginya atau mengirim pesan Aruna tidak pernah membalasnya. Kadang Aruna membalas tapi dengan balasan singkat dan juga cuek. Sehingga pria yang bernama Wildan itupun tidak lagi mengganggunya. Yang ketiga Erik. Calon yang dipilihkan ibunya itu masih satu kampung. Dan Aruna menolaknya karena ia tidak menyukai Erik. Dari usianya yang sama dengannya. Aruna ingin mendapatkan calon suami yang lebih tua darinya minimal dua tahun. Dan alasan lain kenapa Aruna menolaknya adalah pria yang bernama Erik itu adalah musuh bebuyutannya. Dan dalam kamus Aruna tidak ada yang namanya musuh jadi jodoh ouh tidak akan pernah. Apalagi kata-kata Erik yang selalu di ucapkan itu masih saja teringiang-ngiang di otaknya. "Ih cewek kampung." "Ih jangan deket-deket dia itu miskin." "Kulitnya item jelek ih." Dan masih banyak lagi kata-katanya yang membuat Aruna muak. Apalagi kata cewek kampung yang di ucapknnya. Tidak membuat dirinya sadar diri jika dirinya juga dari kampung. Mungkin tipenya cewek kota yang suka berpakaian tapi telanjang dan sorry Aruna tidak seperti itu. untuk yang ke empat pria itu bernama Ardin. Memang Ardin ini masuk kedalam tipe Aruna tapi sayang sekali sikapnya di pertemuan pertama ia salah mengenali orang. Hingga akhirnya Ardin lah yang menolak Aruna. Bagaimana perasaan Aruna saat itu kecewa guys tapi tak lama kemudian kecewa itu langsung menguap begitu saja ketika tau bahwa Ardin itu pernah menikah ia adalah seorang duda tanpa anak. Dan Aruna yang mengetahui jika Ardin adalah duda dirinya langsung saja sujud syukur karena ditolaknya. Walaupun saat ini sedang marak-maraknya duda itu lebih menggoda. Tapi Aruna tetap saja tidak mau. Karena ada sebuah rahasia yang dirinya sembunyikan yaitu. Aruna pernah berkata kepada saudaranya yang menikah dengan seorang duda. Ya meskipun orang tersebut duda tanpa anak. "Ih Mel lo kok mau sih nikah sama duda." ucapnya ketika Aruna sedang melihat saudaranya sedang di rias "Emang kenapa sama duda. Gak ada masalah kok yang penting kan aku cinta sama dia. Dan juga dia cinta sama aku." Balasnya. "Idih kalau aku ogah banget nikah sama duda. Amit-amit ya Allah." Seganteng apapun dan sekaya apapun Aruna tetap akan memblacksit yang namanya duda dalam kamus jodoh impiannya apalagi duda yang sudah punya anak. Bisa-bisa kisah hidupnya tertulis sebagai ibu tiri yang kejam karena dirinya tidak menyukai anak-anak. Dan pria yang kelima atau pria terakhir, adalah Fajar. Orang satu kampung juga dia putih tinggi sesuai dengan yang Aruna inginkan. Tapi sayang sekali saat pertemuan pertama ia dilabrak seorang wanita yang mengaku sebagai kekasih Fajar. "Heh dasar cewek gak bener lo main rebut-rebut pacar orang!!" teriak wanita itu dihadapan semua orang. Dan hal itu membuat Aruna terkejut sekaligus malu. Bagaimana tidak terkejut Saat ini Aruna bertemu di kafe tempat biasa ia mengajak orang yang dikenalkan oleh ibunya. Dan di sana tentu saja sangat banyak orang. Dan Aruna sangat malu dan tanpa mau tau Aruna langsung pergi saja tanpa mendengarkan penjelasan dari Fajar. "Tunggu!!" Panggil pria yang bernama Fajar itu tapi malah dihiraukan oleh Aruna dan segera menemui ikhsan yang kali itu mengantarnya. Tanpa mendengar penjelasan pria yang bernama Fajar. Jika memang benar atau bukan pun Aruna tetap akan menolaknya karena memiliki masa lalu dengan orang yang bernama Fajar. Bukan karena Fajar itu naman mantan atau orang yang pernah Di sukainya tapi kebalikannya. Fajar adalah orang yang termasuk pernah membully dirinya di sekolah tapi. Bukan fajar yang ini. Dan setelah pertemuan bersama pria terakhir, akhirnya. Ibu Aruna menyerah memperkenalkan beberapa pria kepada Aruna. Karena selalu saja gagal dan dengan alasan yang dapat diterima dan hal memperbolehkan Aruna kembali ke Jakarta untuk bekerja. Aruna yang mendengar keputusan sang ibu berteriak bahagia karena rencana yang tidak sama sekali ia duga itu berhasil. Padahal Aruna tidak melakukan apapun. "Yuhuu akhirnya aku kembali bekerja!" teriak Aruna bahagia. "Dih seneng banget tuh kayaknya." "Iya dong bahagia kan. Aku gagal di jodohkan." Balas Aruna pada temannya. "Hati-hati loh. Pas pulang kampung nanti tiba-tiba aja ada yang ngaku-ngaku sebagai suami kamu." "Mana ada. Udah ah." "Kalau bener gimana?" "Gak akan. Udahlah jangan rusak kebahagiaan aku hari ini." "Iya. Ya udah yuk kita masuk." Setelah cutinya di kampung Aruna pun menceritakan semuanya kepada temannya Lastri dan juga Dira. Mereka begitu heboh mendengar cerita Aruna tentang pertemuannya dengan lima pria tersebut. Dan mereka sangat menyayangkan kenapa Aruna tidak bersama fajar. "Ya ampun Aruna padahal cuman nama doang yang sama. Kenapa gak mau segala coba." "Ya udah buat lo aja sana gue ikhlas lilahita'ala."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD