Part 11 ( Teman baru)
Di Jakarta Aku tidak merasa kesepian karena sudah punya Mira teman baru ku selama Mas Arka ke Bandung, Aku menghabiskan waktu bersama Mira.
Kami pergi ke salon untuk perawatan agar nanti jika suami Kami kembali akan terlihat cantik dan mempesona.
Kami juga ke mall untuk berbelanja pakaian dinas malam, Aku yang tadinya tidak tahu soal baju dinas malam itu, berkat Mira jadi tahu dan membeli beberapa helai untuk ia pakai jika suamiku kembali nanti.
Sepulang dari salon dan Mall, Aku langsung mencoba gaun dinas malamku yang tadi ku beli bersama Mira. di dalam kamar aku tertawa sendiri melihat tubuhku dibalut lingerie merah yang sudah kubeli.
Apakah benar jika Aku mengenakan lingerie itu Mas Arka akan suka dan b*******h melihatnya.
Aku mencoba semua lingeri yang sudah Aku beli dengan berbagai warna dan saat suamiku pulang nanti akan langsung di pakai.
Aku sudah tak sabar ingin mengenakan lingerie itu untuk menyambut kedatangan Mas Arka malam ini karena menurut jadwal malam ini Mas Arka sudah berada di Jakarta.
Aku memasak untuk makan malam karena tadi Mas Arka sudah memberi kabar jika ia sudah dalam perjalanan pulang.
Selesai memasak, Aku letakan di atas meja yang sudah aku beri lilin sebagai pemanis agar terlihat lebih romantis. Aku juga sudah mandi dan berdandan secantik mungkin.
Tok ...tok
Suara ketukan pintu, pasti Mas Arka yang pulang, batinku dengan senyum mengembang.
Aku berlari untuk segera membukakan pintu dan menyambut suamiku tercinta.
Benar saja saat Aku membuka pintu Mas Arka yang datang, Aku langsung memeluknya dengan erat karena Aku sangat merindukannya.
"Mas..! Aku kangen sama kamu," ucapku sambil memeluknya.
"Mas juga kangen sama kamu,Yuk kita masuk," ajak suamiku.
"Mas, kamu pasti lapar, aku sudah masak buat kamu spesial malam ini, kita makan yuk, setelah makan baru kamu mandi dan istirahat," tuturku.
"Baiklah, Mas juga sudah rindu masakanmu," serunya memberi pujian membuat Aku tersenyum senang.
Selesai makan Mas Arka langsung menuju kamar untuk membersihkan diri, sementara Aku membereskan sisa makan malam kami. Karena Aku belum menemukan pembantu maka semua harus aku lakukan sendiri.
Mas Arka sudah menyuruhku untuk mempekerjakan seorang pembantu agar bisa meringankan pekerjaanku di rumah tapi Aku belum menemukan yang pas, jaman sekarang sulit untuk menemukan pembantu yang benar-benar ingin bekerja dengan baik.
Pekerjaan dapur telah selesai, Mas Arka yang tadi sudah bersantai menonton acara televisi Aku bawakan secangkir kopi dengan sedikit camilan, Aku menemaninya sebentar lalu masuk kedalam kamar sambil memberi kode pada Mas Arka agar segera menyusulku.
Mas Arka yang mengerti akan maksudku langsung mematikan televisi serta mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar Aku sudah mengenakan lingerie merah yang Aku beli di mall bersama Mira.
Mas Arka mengernyitkan dahinya sambil tersenyum saat melihat Aku mengenakan lingerie.
"Kapan kamu membelinya, perasaan Mas kamu belum ada lingerie?" Tanya Mas Arka sambil tersenyum melihatku.
"Aku beli ini khusus buat kamu lho Mas!"
"Karena Aku ingin membuat Suamiku betah berlama-lama denganku," ucapku sambil mengecup bibir Mas Arka.
Kami melakukan pergumulan dimalam yang dingin karena hujan turun dengan derasnya, hingga fajar menjelang kami pun masih terlelap.
Pagi hari Mas Arka sudah bersiap untuk bekerja karena sudah beberapa hari ia libur, katanya hari ini ia akan meeting dan pulang terlambat, Aku bisa memakluminya karena memang suamiku pekerja keras.
Setelah Mas Arka berangkat, Aku langsung menghampiri Mira yang berada tepat di samping rumahku.
"Mira … Mira."
"Hai … gimana suami tercinta sudah berangkat?" Tanya Mira sambil membukakan pintu pagar rumahnya.
"Udah dong makanya Aku langsung kesini, Suamiku hari ini pulang terlambat dan kita bisa jalan seharian."
"Wah … ide bagus, kalau gitu Aku ganti baju dulu dan kita langsung pergi gimana? Biar lama kita bisa berlama-lama keluarnya."
Aku menunggu Mira yang sedang berganti pakaian, Sambil menunggunya Aku melihat dekorasi yang ada di dalam rumah Mira.
Banyak foto-foto Mira dan suaminya terpajang di dinding dengan berbagai momen membuatku iri karena di dalam rumahku belum ada foto Aku maupun Mas Arka.
"Yuk, kita berangkat," ucap Mira tiba membuyarkan lamunanku yang sedang memikirkan foto-foto di dinding rumah Mira.
"Yuk kita berangkat," jawabku.
Kami berangkat menggunakan Taksi online yang sudah di pesan Mira, kali ini kami mampir ke resto dulu untuk mengganjal perut sebelum kami berkeliling mall.
Mira mengajarkanku banyak hal yang selama ini aku kurang paham bahkan belum tahu sama sekali. Ia juga yang mengajakku untuk makan di resto karena sebelumnya aku belum pernah makan di resto karena selama ini hanya makan di pinggir jalan saja.
Sambil menikmati makan yang sudah dipesan oleh Mira kami berbincang-bincang.
"Gimana semalem udah di coba lingerienya?" Tanya Mira meledekku.
Aku hanya melempar senyuman pada Mira karena jujur Aku malu jika harus membahas urusan ranjang kepada orang lain.
"Kok malah senyum-senyum aja sih, beneran kan sukses semalam apalagi cuacanya adem, hahaha …," lagi-lagi Mira meledekku.
.
"Daripada kamu sibuk dengan lingerie, mending kamu telepon Suamimu kok belum pulang juga?"
"Kalau suamiku sih kamu jangan heran Cil, dia jarang ada disini, karena sebulan sekali dia mengunjungiku bukan seperti kamu yang selalu nempel."
"Kenapa begitu?" Tanya Arsila bingung.
"Begitulah nasib yang kedua Cil, kita harus legowo menerima semuanya, tapi yang terpenting bagiku adalah uang, terserah dia mau datang kapan," seeu Mira sambil menyeruput sup.
Mendengar ucapan Mira Aku menghela nafas dengan gusar karena merasa takut jika nanti Mas Arka akan memperlakukanku seperti itu.
"Hei, kok jadi ngelamun?"
"Nggak cuma bingung aja."
"Udahlah kita habiskan makanannya dan kita belanja lagi, daripada pusing mikirin hidup yang kan ada habisnya," ujar Mira mengalihkan pembicaraan kami.
Hingga matahari tenggelam Aku dan Mira baru pulang kerumah, hari ini begitu menyenangkan,sejak Aku mengenal Mira hidup jadi penuh warna Aku memiliki teman jadi tidak kesepian lagi jika ditinggal oleh Mas Arka.
Di Dalam rumah yang sepi Aku masuk dan segera membersihkan diri karena Mas Arka akan pulang sebentar lagi jadi aku harus berdandan menyambutnya.
Dret … dret
Ponselku berdering, Aku melihat siapa yang menghubungiku malam-malam begini karena sejak menikah Aku sudah mengganti nomor ponsel demi kenyamanan ku sendiri.
"Siapa sih yang telepon, ganggu saja," gumamku sambil meraih ponsel yang berada di atas nakas," Aku bergumam.