Romantis

944 Words
9 (romantis) "Ini suamimu Sayang! Kok ketakutan gini," ucap Mas Arka sambil tertawa senang karena telah membuatku ketakutan. "Kamu Mas! Bikin Aku kaget aja, tadi aku pikir itu orang yang mencuri dan …!" "Hus … bilang apa kamu ini." "Mas juga sih lama pulangnya? Aku kan takut dirumah sendirian," dengan manja Aku merengek padanya. "Maaf Sayang! Tadi banyak kerjaan, ponsel Mas juga mati jadi tidak bisa memberitahumu tadi." "Kamu sudah tidak sayang lagi sama ku kan Mas!" "Siapa bilang Mas tidak sayang, Mas kangen sama kamu seharian ini." "Bohong!" "Kamu nggak percaya sama Mas," ucap Mas Arka sambil menc*u* b*b*r ku dengan nafsunya. Aku berusaha berontak dari dekapannya karena Aku marah saat ia pulang larut malam. Tapi tenaga begitu kuat hingga Aku tak mampu melawan dan memilih pasrah hingga fajar menjelang kami menuntaskan hasrat ini kembali. Ah sungguh Suamiku memang perkasa, ia selalu bisa membuatku menikmati setiap sentuhan yang ia berikan. "Mas!" "Apa! Masih mau lagi?" Tanya Mas Arka saat kami sama-sama kelelahan. "Apaan sih, Aku cuma mau bilang makasih sudah membuat Aku bahagia seperti sekarang." "Sudah tugas seorang suami membahagiakan istrinya," ujar Mas Arka sambil memelukku. "Mas, Aku serasa mimpi loh bisa jadi Istri kamu padahal dulu saat kamu ninggalin Aku dan menikah dengan Maura hatiku benar-benar hancur." "Hari-hariku menjadi hilang hingga sepuluh tahun berlalu, selama itu aku tak pernah mau berkenalan dengan lelaki manapun meski banyak lelaki yang mencoba mendekatiku." Aku sudah bercerita panjang lebar tentang diriku eh Mas Arka malah tertidur pulas sambil mendengkur. "Orang cerita eh Malah molor kamu Mas," gerutuku sambil mencium pipinya. Melihat Mas Arka tertidur aku pun ikut tidur dalam dekapannya yang begitu hangat. Hingga matahari sudah diatas kepala Aku terbangun, kulihat jam sudah menunjukan pukul satu siang wajar jika perutku sudah mulai keroncongan. Makan siang sudah siap di atas meja, aku berniat ke kamar untuk membangunkan suami tercintaku, saat aku hendak membangunkannya ternyata ia sudah selesai mandi. "Mas, kamu sudah mandi, Aku baru mau bangunin kamu buat makan siang." Harum tubuhnya selepas mandi begitu menggoda saat ia masih mengenakan handuk. Aku menatap tajam kearah torpedo Mas Arka sambil tersenyum saat ia hendak memakai celana. "Kenapa senyum-senyum gitu sih Sayang?" Tanya Mas Arka sambil mengenakan kolor, kamu lihat apa? Ada yang aneh." Mas Arka melihat ke tubuhnya dari atas hingga bawah. "Apa yang lihat? Adik bungsuku yah!" Ucapnya sambil melihat kebawah. Aku hanya melempar senyum padanya dan langsung memeluknya dari belakang, harum tubuhnya membuatku begitu b*******h jika berada didekatnya. "Hem, semalam masih belum cukup, baiklah kalau begitu kita tunda makan siang, kita lanjutkan permainan semalam." Mas Arka langsung saja menarik tubuhku dan menghempaskannya ke atas kasur, membuka semua pakaianku, lagi-lagi aku hanyut dalam permainannya dan keperkasaannya dalam b******a membuatku selalu merindukan sentuhannya. Setelah selesai kami mandi bersama dan langsung makan siang karena rasa lapar tak bisa dibohongi. "Gimana masakanku Mas?" "Enak Sayang, kamu pandai memasak juga ternyata tidak seperti Maura yang selalu dimasakan oleh asisten rumah tangga." Ucap Mas Arka dengan mulut terisi penuh. "Emang Maura tidak pernah masak ya Mas?" Tanyaku penuh selidik. "Tidak pernah! Selama sepuluh tahun ia tidak pernah masak buat Mas, selalu bibik yang Masak buat kami." "Ouh kok begitu Mas!" " Ya mau gimana lagi, dia biasa hidup mewah dan tidak pernah ke dapur, Mas harus apa! Hanya menerima saja," tuturnya. "Beruntung Mas menikah dengan kamu, selain pandai di atas tempat tidur kamu juga Pandai membuat perut Mas kenyang." "Apaan sih kamu Mas! Aku kan jadi malu." *Beneran Loh Sayang, Mas bilang apa adanya." "Kamu kalau capek beres-beres rumah, bisa cari asisten rumah tangga buat bantu-bantu kamu disini. Kamu cari saja yang datang pagi terus pulang sore hari jadi privasi kita tidak terganggu, Mas juga tidak mau kalau istri Mas ini kecapek an." "Karena Mas maunya kamu selalu fit biar kita bisa ehem … ehem tiap hari, cukup Mas saja yang bikin kamu capek," seru Mas Arka sambil menggoda dengan menyentuh buah d*d* ku saat kami masih makan siang. "Genit deh kamu Mas!" "Iya nanti Aku cari art yang tidak nginep ya Mas." "Iya kamu cari aja, nanti setiap bulan Mas akan transfer uang bulanan kamu seratus juta, cukup kan? Atau kurang nanti bisa Mas tambah lagi." Mataku terbelalak saat mendengar uang seratus juta yang akan ditransfer Mas Arka padaku setiap bulannya. Selama ini hanya lima juta tiap bulan yang aku miliki itu pun harus banting tulang. Ini hanya duduk santai dirumah dikasih seratus juta. Gimana tak bahagia hidupku nanti ditambah kalau sudah punya anak pasti uangnya nambah lagi. Aku harus pandai mengelola uang seratus juta yang diberikan Mas Arka. Karena tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Sebagai istri kedua aku akan tetap waspada dengan apa yang akan terjadi. Bisa saja Mas Arka ataupun Maura berubah pikiran nantinya apalagi harta yang dimiliki Mas Arka sepenuhnya milik Maura. "Cukup Mas," ucapku terbata-bata sambil membereskan sisa makan siang kami. Selesai makan siang kami duduk sofa sambil menonton televisi, saat sedang asyik menonton tiba-tiba saja ponsel Mas Arka berbunyi, Aku jadi kesal karena di hari libur masih saja ada yang mengganggu. "Bentar Sayang, Mas mau angkat telepon dulu, siapa sih yang telepon di hari libur begini," gerutu Mas Arka sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. "Siapa Mas yang telepon siang-siang gini?" Tanyaku sambil bergelayut manja di tangannya. "Hem …!" "Siapa sih Mas?" "Lagian hari ini kan kamu libur Mas! Kenapa masih terima telepon sih, Aku gak mau ya Mas kamu tinggalin karena pekerjaan di hari libur kamu," ucapku masih dengan bergelayut dengannya. "Tunggu sebentar sayang, Mas angkat telpon dulu sebentar saja, sepertinya ini penting," ucap Mas Arka membuatku penasaran siapa sebenarnya yang menelpon siang-siang begini. "Telpon dari siapa Mas!" "Aku gak mau ditinggal sama kamu Mas." "Sebentar saja, ini telepon dari .."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD