3. TTAS

1752 Words
Genta masih tak berani mengangkat kepalanya. Karena ia takut Haziq akan memarahinya dengan sikapnya yang begitu lancang. Ia tahu kalau dirinya mengejutkan banyak orang dengan niatannya ini. Suara deheman Haziq pun mulai terdengar, dengan pelan Genta mengangkat kepalanya dan menatap wajah Haziq. “ Om salut dengan keberanianmu mengatakan niatan kamu ini. Dan kamu benar-benar berhasil membuat om dan tante syok akan apa yang kamu ucapkan barusan. Kamu hampir membuat jantung om berhenti ta.” Ucap Haziq. “ Tante kira ucapanmu semalam hanya gurauanmu semata. Tante ngga menyangka kalau Genta benar-benar datang kemari dan mengutarakannya pada kami.” Ucap Ammara. “ Genta tahu Genta lancang mengatakan ini secara tiba-tiba om tante. Tapi Genta benar-benar serius mengatakan ini.” Balasnya. “ Atas dasar apa kamu mengatakan kalau kamu akan melamar anak om ta. Apa kamu kekasih Syfa yang ngga pernah om ketahui, apa kamu bagian dari kisah masa lalu anak om.” Tanya Haziq dengan penuh kecurigaan. Genta pun langsung menggeleng. “ Bukan om, selama ini Genta ngga ada hubungan apapun dengan Syfa. Bicara berdua pun ngga pernah om, apalagi jadi jadi pacarnya.” Jawab Haziq. “ Terus kenapa kamu tiba-tiba datang kemari dan mengatakan ingin melamar Syfa.” Tanya Haziq lagi yang begitu penasaran. Genta pun menarik nafas, dia tahu kalau ucapannya ini akan membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Kali ini dia benar-benar diintrogasi. Biasanya dia yang mengintrogasi. Genta baru pertama kali merasa segugup ini berhadapan dengan orang. “ Itu karena, karena Genta mencintai Syfa om, Genta ingin membahagiakan Syfa, Genta ingin menikah dengan Syfa.” Jawab Genta. Haziq dan Ammara kembali syok, karena Genta mengatakan bahwa dirinya mencintai Syfa. Bagi mereka itu sangat mustahil, karena Genta tadi mengatakan bahwa dirinya belum pernah bicara secara langsung dengan Syfa. “ Kamu bilang kamu ngga pernah mengobrol dengan Syfa, tapi kenapa sekarang kamu bilang kamu mencintai anak saya.” Tanya Haziq. “ Genta memang ngga pernah mengobrol dengan Syfa om. Mungkin Syfa ngga pernah tahu tentang Genta. Tapi Genta sudah mengagumi Syfa sejak lama om. Genta mengagumi Syfa sejak pertama kali Genta melihatnya. Mungkin ini akan terdengar lebay bagi om dan tante. Tapi ngga bagi Genta om, karena selama ini Genta mencintaiSyfa dalam diam.” Jawabnya. “ Kenapa ngga dari dulu kamu datang kemari dan melamar Syfa, kenapa baru sekarang kamu datang. Padahal kita sudah kenal cukup lama ta.” Tanya Haziq. Genta pun seperti tak kehabisan jawaban dengan lancar iamenjawab semua pertanyaan Haziq, agar Haziq percaya dengan dirinya. “ Genta memang tergolong laki-laki yang bodoh karena baru mengatakan sekarang pada om dan tante. Karena sejak dulu Genta menjadi laki-laki pengecut yang hanya bisa memandangi Syfa dari jauh tana berani mendekatinya. Genta terlalu takut untuk mendapatkan penolakkan dari Syfa om. Karena setahu Genta juga Syfa sering di kabarkan dekat denga lawan jenis. Maka dari itu Genta ngga berani. Dan setelah semalam bercanda dengan tante, tak tahu mengapa, Genta seperti mendapat kekuatan untuk melangkah maju. Dan meraih cinta Genta.” Jawab Genya. Bagi Haziq semua jawaban Genta begitu logis, dan Genta pun terlihat sangat sungguh-sungguh. Karena selama Haziq mengenal Genta, ini pertama kalinya Genta terlihat gugup. Genta yang ada didepannya sekarang tidak seperti Genta yang ia kenal di luar sana. “ Saya sangat menghargai keberanianmu ta, tapi om benar-benar tak berani mengambil keputusan ini sendiri. Apalagi melihat kondisi Syfa yang sekarang. Akan semakin sulit bagi om mengambil keputusan ini.” Ungkap Haziq. “ Ya Genta tahu, pasti ngga akan mudah bagi om dan tante menerima dan mempercayai Genta secepat ini. Tapi Genta bisa buktikan ke om dan tante, Genta akan membuat om dan tante percaya pada Genta bahwa Genta serius mencintai Syfa.” Balasnya. Haziq pun kembali berfikir. “ Apa kamu tahu keadaan Syfa yang sekarang.” Tanya Haziq. “ Ya Genta tahu kalau Syfa yang sekarang bukanlah Syfa yang dulu. Om pernah mengatakan itu pada Genta. Dan  sebelumnya Genta minta maaf kalau mungkin Genta lancang mengatakan ini. Genta sering melihat om bersedih jika om sedang mengingat Syfa. Apa kondisi Syfa benar-benar…” Ucap Genta yang menggantung, karena ia tak sampai mengatakan keadaan Syfa di depan orang tuanya sendiri. “ Ya keadaan Syfa benar-benar berbeda. Situasi yang Syfa alami saat ini pun sangat sulit ia terima. Hampir satu tahun dia dia tak pernah keluar dari rumah. Dia pun selalu mengingat kejadian mengenaskan dulu. Dia belum bisa menerima keadaannya sekarang, dia menjauhkan diri dari dunia luar. Kita pun sampai kehabisan cara untuk membuat Syfa kembali ceria dan mau keluar dari zonanya yang sekarang.” Balas Haziq. “ Genta tahu pasti sangat sulit bagi Syfa mengalami ini semua. Dia harus menjalani masa-masa sulit ini. Kehidupannya yang dulu sangat sempurna tiba-tiba sirna begitu saja. Genta janji om, kalau om izinkan Genta bersama Syfa maka Genta akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan Syfa dan mengembalikkan senyuman Syfa.” Jawab Genta. Haziq pun kembai berfikir dan terus memandangi Genta, ia seolah mencari kesalahan akan ucapan Genta. Karena dalam hatinya ia belum percaya bahwa Genta benar-benar mencintai putrinya. Tapi tak sedikitpun Haziq menemukan kesalahan Genta. Karena Genta terdengar dan terlihat tulus mengatakan itu semua. “ Seperti yang om katakan padamu ta, om ngga bisa memutuskan begitu saja. Om harus mempertimbangkan lamaranmu ini. Terutama dengan Syfa, karena dia yang akan menjalaninya. Om tak ingin memaksakan kehendak om, karena om tak mau membuat Syfa menderita. Om akan beri kamu kesempatan untuk membuktikan keseriusan kamu ini.” Ucap Haziq. Genta pun tak menyangka mendapatkan lampu hijau dari Haziq. “ Alhamdulillah, om serius mau kasih Genta kesempatan.” Tanyanya yang masih tak percaya. “ Iya om akan kasih kesempatan, tapi dengan syarat.” Ucapnya. “ Syarat apa om, Insyaallah akan Genta penuhi syarat tersebut.” Tanyanya. “ Om akan mempertimbangkan lamaranmu, kalau kamu bisa membantu membahagiakan Syfa dan mengembalikan senyuman putri om. Jika nanti kamu berhasil, itu tandanya Syfa mulai menerimamu. Dan kemungkinan besar lamaranmu om terima. Tapi kalau sampai kamu gagal mengembalikan senyuman putri satu-satunya om, maka dengan sangat terpaksa om katakan sekarang, mungkin om tak akan menerima lamaranmu ini.” Ucap Haziq. Genta tak terlihat menyerah, bahkan dia terlihat senang mendapatkan tantangan dari Haziq. “ Pasti om, pasti akan Genta lakukan syarat apapun dari om dan tante. Genta akan buktikan keseriusan Genta pada Syfa. Dan Genta akan berusaha semaksimal mungkin akan mengembalikkan senyuman putri om dan tante. Genta akan berusaha menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan laki-laki yang akan membuat Syfa bahagia.” Balasnya. Haziq dan Ammara terlihat senang melihat ada laki-laki yang mau berjuang untuk putrinya. Mereka pun melihat kesungguhan pada diri Genta. *** Sedangkan Syfa yang berada di kamar merasa penasaran dengan tamu yang datang. Dia pun menunggu mamanya, namun tak kunjung datang. Syfa sebenarnya merasa kesal karena ada tamu yang datang pagi-pagi begini, baginya tamu tersebut mengganggu waktunya bersama keluarganya. Tak lama kemudian mamanya pun masuk kedalam kamar Syfa. Senyuman pun tak pernah pudar dari wajahnya. Ia mungkin sudah tahu apa jawaban dari Syfa kelak jika dirinya memberitahukan tentang niatan Genta. Tapi mau bagaimanapun, Ammara tetap akan membantu Genta untuk membujuk Syfa, karena ia pun ingin melihat putrinya bahagia. Mungkin dengan mendatangkan laki-laki yang mencintainya bisa kembali merubah hidup Syfa menjadi lebih baik. “ Syfa.” “ Mama, siapa sih tamunya lama banget. Ngapain sih pagi-pagi begini datang ke rumah orang. Ngga sopan banget, bertamu pagi-pagi begini.” Omel Syfa dengan wajahnya yang kesal. “ Ya Allah putri mama ini galak banget sih. Emangnya sepenasaran itu ya anak mama sama tamu yang datang.” Ledek Ammara. “ Biasa aja sih, Syfa Cuma kesel aja. Karena dia ganggu waktu kita.” Balas Syfa. “ Dia teman papa sayang, dia yang mengurus masalah hukum perusahaan papa. Mama salut sekali sama dia, di usianya yang masih terbilang muda dia sudah mampu mendirikan firma hukum sendiri sayang. Dia juga terkenal lho di kalangan anak muda. Mungkin aja kamu kenal sama dia sayang.” Ucap mamanya. “ Emangnya siapa ma, Syfa ngga kenal dan juga ngga penting buat Syfa.” Balas Syfa. “ Masa sih kamu ngga kenal, padahal dia kenal kamu lho sayang.” Tanya mamanya. “Emangnya siapa sih ma, Syfa benaran ngga kenal sama orangnya.” “ Namanya Genta Mahdyan Riqy, apa kamu kenal dia.” Tanya mamanya. Dan Syfa seperti berfikir, tapi tak lama kemudian dia pun langsung menggeleng. “ Ngga Syfa ngga kenal.” Jawabnya ketus. “Syf, Mmmmm seumpama kalau ada laki-laki yang ingin berkenalan ebih dekat dengan Syfa apa Syfa bersedia sayang.” Tanya Ammara dengan lembut agar tak menimbulkan emosi Syfa. Mendengar pertanyaan mamanya, Syfa pun langsung mengerutkan dahinya kemudian dirinya pun langsung tertawa. “ Ya Allah kenapa sih pagi-pagi begini mama udah buat lelucon yang aneh seperti ini.” Ucapnya. “ Lho kok lelucon sih sayang, mama tanya seperti ini itu serius Syf.” Balas mamanya. “ Aduh ma, ngga perlu deh ngebayangin yang aneh-aneh. Karena itu semua ngga mungkin. Ngga akan ada laki-laki yang mau menerima keadaaan Syfa seperti ini. Kalau memang ada berarti laki-laki itu memiliki niat lain.” Jawab Syfa dengan tegas. “ Kok anak mama punya fikiran seperti itu sih, kalau kamu bicara seperti itu berarti kamu lagi suudzon Syf.” “ Aduh ma, sekarang itu jarang banget ada laki-laki yang punya hati tulus. Jadi Syfa saranin mama jangan mudah percaya dengan ucapan laki-laki.” Balas Syfa. “ Berarti kamu sama aja nyuruh mama buat ngga percaya sama papa dong.” Tanya mamanya. “ Ya maksud Syfa kecuali papa ma.” Jawab Syfa yang jadi bingung. Ammara pun memeluk Syfa, dengan perlakuan mamanya Syfa pun merasa tenang. Tapi dia bingung mengapa mamanya bersikap seperti ini. “ Sebenarnya mama kenapa sih, tiba-tiba aja ngomongin masalah laki-laki. Mama kan tahu jawaban Syfa tentang laki-laki ma. Apa ada sesuatu yang ngga Syfa ketahui.” Tanya Syfa. “ Syfa tahu kan kalau papa dan mama sayang sekali ke Syfa.” Tanya Ammara dan Syfa pun mengangguk. “ Apapun yang kita lakukan itu semua pasti untuk kebaikan dan kebahagiaan Syfa.” “ Ma, Tanpa mama kasih tahu Syfa tahu semuanya. Nggga mungkin papa mama ingin membuat Syfa menderita. Yang Syfa ingin tahu sekarang sebenarnya ada masalah apa, kenapa sikap mama seperti ini.” Tanya Syfa. “ Sayang tadi ada laki-laki yang datang ke rumah kita dia yang mama ceritakan tadi. Mama dan papa pun sudah cukup mengenal dia, selama kita mengenal dia, kita tahu kalau Genta itu laki-laki yang baik. Dan dia datang kesini tadi pun punya niatan yang baik sayang.” Ucap mamanya. Perasaan Syfa pun merasa kurang nyaman mendengar ucapan mamanya. “ Niatan apa yang mama maksudkan.” Tanya Syfa. “ Seperti yang mama ucapkan tadi. Dia ingin mengenal kamu lebih dekat dia ingin menjadi teman kamu sayang.” Ucap mamanya. Syfa pun tertawa mendengar ucapan mamanya. “ Ya ampun emangnya sekarang zamannya seperti itu ma. Udah deh ma ngga perlu dipeduliin orang-orang seperti itu. Laki-laki seperti itu laki-laki yang aneh. Syfa pun ngga kenal dia. Syfa yakin di balik permintaannya itu pasti ada niatan lain yang ngga baik.” Ucap Syfa. “ Hussh. Kok bicaranya seperti itu sih. Dia memang punya niatan lain, tapi niatan lainnya itu sangat baik dan mulia. Dia datang kemari menemui papa dan mama karena dia ingin melamar kamu sayang.” Ucap mamanya. Tubuh Syfa pun membeku mendengarkan jawaban mamanya. Dia sendir takut salah dengar. Dia tak percaya mendengar ada laki-laki yang mau melamar dirinya dengan kondisi seperti ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD