11. TTAS

2299 Words
“ BILQIS.” Panggil Genta dan Fariz, mereka berdua pun langsung berlari menuju Bilqis. Raut kekhawatiran pun tersirat pada wajah mereka berdua. Syfa yang diam ditempat pun bingung dan khawatir mendengar suara pecahan. Ditambah lagi suara histeris dari Genta dan Fariz. “ Kamu ngga apa-apa kan qis.” Tanya Genta sambil menjauhkan Bilqis dari pecahan gelas tersebut. Dia pun melihat sedikit luka pada kaki adiknya itu. Tapi bukannya menjawab pertanyaan Genta, tatapan Bilqis masih setia pada Syfa. Genta dan Fariz yang faham pun langsung membuyarkan lamunan Bilqis. “ Bilqis …. Bilqis. Kamu denger ngga sih dari tadi kakak manggilin kamu terus.” Ucap Genta. Dan akhirnya tatapan Bilqis pun sudah beralih memandang kedua kakaknya. Tapi ternyata tatapan nanar itu berubah menjadi sebuah tangisan. Suara Syfa pun membuat Genta baru sadar kalau dirinya telah membiarakan Syfa sendiri. “ mas Genta, apa semuanya baik-baik aja. Apa terjadi sesuatu pada adik kamu.” Tanya Syfa dengan khawatir. Fariz pun langsung menyuruh Genta untuk mendekati Syfa, karena takut Syfa akan curiga dengan keadaan ini. “ Owh ngga kok fa, barusan ngga sengaja Bilqis menjatuhkan gelas. Dan kakinya terkena pecahan gelas tersebut. Tapi kamu tenang aja semuanya baik-baik aja.” Jawab Genta sambil berjalan mendekati Syfa. “ Maaf ya mas aku ngga bisa bantuin.” Sesal Syfa. “ Ngga apa-apa kok fa, semuanya juga baik-baik aja kok.” Balasnya. Sekarang mereka semua sudah ada di meja makan. Saat ini Syfa duduk disamping Bilqis. Tak henti-hentinya Bilqis memandangi Syfa. “ Mmmm fa yang ada di samping kamu itu namanya Bilqis, dia adik bungsuku.” “ Hai Bilqis, salam kenal.” Ucap Syfa sambil mengulurkan tangannya kesamping. Tapi karena dirinya yang buta uluran itu pun tak pas. Bilqis pun langsung meraih tangan Syfa, dan dia langsung memeluk dengan tiba-tiba. Tangisan yang tadi belum berhenti pun bertambah kencang saat dirinya memeluk Syfa. Syfa jadi panik dan bingung mendapatkan perlakuan seperti ini dari Bilqis. Genta dan Fariz pun tak bisa menghentikan apa yang Bilqis lakukan kali ini. “ Ada apa denganmu, kenapa kamu tiba-tiba menangis seperti ini.” Tanya Syfa pada Bilqis “ Maaf kak, maafkan Bilqis. Bilqis minta maaf.” Ucapnya dengan suara yang sesegukan. “ MAAF, Kenapa Bilqis minta maaf pada kakak. Kan Bilqis ngga pernah buat salah ke kak Syfa. Kita kan baru pertama kali bertemu.” Balas Syfa yang bingung mendengar permintaan maaf dari Bilqis. “ Maaf ya fa, Bilqis tuh memang anaknya kadang aneh seperti itu. Dia itu anaknya baperan. Maksud dia minta maaf ke kamu itu karena selama kita kenal dia baru bisa ketemu sama kamu.” Balas Genta yang memberikan alasan aneh pada Syfa. “ Iya kak, kakak jangan berfikir yang ngga-ngga. Selama ini kak Genta sering cerita tentang kak Syfa pada Kita. Seringkali kita ngga sabar ingin bertemu dengan kak Syfa, tapi karena kita berdua pun lagi sibuk jadi kita baru bisa ketemu sama kak Syfa sekarang.” Ucap Fariz. Syfa pun melepaskan pelukan Bilqis, dia meraba wajah Bilqis dan menghapus air mata yang keluar dari wajah Bilqis. “ Kamu ngga perlu minta maaf pada kakak. Justru kakak yang minta maaf ke kalian karena baru bisa datang kemari. Dan kak Syfa benar-benar bahagia karena kalian mau menerima kak Syfa dengan baik. Kak Syfa seperti berada di keluarga kak Syfa sendiri. Apa kalian tak mempermasalahkan keadaan kak Syfa saat ini.” Tanya Syfa. Sekarang gentian Bilqis yang memegang wajah Syfa. “ Ngga kak, kita sama sekali ngga mempermasalahkan keadaan kak Syfa. Kita bahagia karena kak Syfa mau menerima kak Genta menjadi pasangan kakak. Kita janji kita semua akan membahagiakan kak Syfa. Bilqis akan melakukan apapun dan akan selalu ada untuk kak Syfa kapanpun kak Syfa butuhkan.” Ucapnya. “ Iya kak, kita pun bahagia karena akhirnya kak Genta bisa menemukan kebahagiaan dia. Dan kak Syfa adalah wanita pertama yang ia kenalkan pada kita. Aku dan Bilqis bahagia akhirnya kita bisa memiliki kakak perempuan yang baik seperti kak Syfa. Makasih ya kak.” Balas Fariz. “ Kakak benar-benar speechless dengan kalian berdua. Awalnya kakak takut kalau kalian ngga bisa menerima kak Syfa. Tapi kekhawatiran kakak berubah dengan bahagia.” Balas Syfa. “ Kakak tenang aja, kita berdua akan menjadi adik yang baik untuk kak Syfa.” Balas Fariz. “ Kalau kalian ngobrol terus seperti ini kita kapan makannya.” Tanya Genta yang kesal karena dari tadi mendengarkan perbincangan ketiga orang yang ada didepannya. Mereka pun hanya tertawa mendengar keluhan Genta. Makanan pun langsung mereka santap. Mereke semua mengobrol, tak terlihat ada kecanggungan pada Syfa saat bersama dengan adik-adik Genta. Selesai makan bersama, Genta pun langsung mengajak Syfa untuk pulang. Karena tiba-tiba dirinya di telfon oleh sekertarisnya bahwa ada masalah dikantor. Selama perjalanan pulang wajah Syfa terus terlihat ceria. “ Adik-adik kamu benar-benar menyenangkan ya mas. Tapi aku sedikt merasa aneh dengan sikap Bilqis padaku mas. Apa memang sikapnya yang begitu.” Tanya Syfa. “ Kamu jangan berfikir yang ngga-ngga. Bilqis dia memang sepertu itu kok fa. Dia anaknya cengeng, manja. Itu semua terjadi setelah kepergian mama.” Jawabnya. “ Iya juga sih, dia pasti merasa kesepian setelah mama kalian ngga ada. Tapi aku benar-benar salut dengan persaudaraan kalian mas. Kalian terlihat sangat perhatian pada Bilqis.” Ucap Syfa. “ Ya yang seperti aku pernah ceritakan padamu, bagiku Bilqis dan Fariz sangat penting. Aku tak akan membiarkan mereka terluka. Aku mampu mengorbankan kebahagianku dan masa depanku untuk mereka.” Balas Genta dengan tatapan nanarnya. “ Kamu memang kakak yang baik. Pantas aja mereka begitu menyayangimu.” Ucap Syfa. “ Maafkan aku fa, aku sudah membohongimu sampai sejauh ini. Aku melakukan semua ini karena terpaksa fa, semua ini demi orang-orang yang aku sayangi. Tapi aku janji apapun yang terjadi aku akan terus membahagiakanmu aku tak akan membuatmu bersedih lagi, sudah banyak luka yang kamu miliki. Walaupun aku tahu semua yang aku lakukan ini akan mengorbankan kebahagianku sendiri. Tapi bagiku sekarang tak penting lagi kebahagianku, aku pun tak tahu apa arti bahagia sebenarnya.” Batin Genta yang terus menaap Syfa dengan mata yang sudah berkaca-kaca. *** Saat malan tiba, dengan langkah terburu-buru Genta langsung memasuki rumah, dia mendapat telfon dari Fariz. Setelah kepergiannya tadi siang, Bilqis terus saja menangis di dalam kamar. Dengan wajah khawatir Genta langsung mendekati Fariz. “ Gimana keadaan Bilqis.” Tanyanya. “ Masih sama, Fariz sampai cape membujuknya kak. Tapi tetap aja belum berhasil.” Jawabnya. Genta pun langsung masuk ke kamar Bilqis. Ternyata Bilqis baru selesai mengerjakan shalat Isya. Genta dan Fariz pun menunggu sampai Bilqis selesai. Namun ternyata setelah shalat, Bilqis bersujud dan dalam sujudnya dia menangis. “ Ampuni segala dosa Bilqis ya Allah. Bilqis tahu sampai kapanpun rasa bersalah ini akan tetap ada. Apa yang harus Bilqis lakukan ya  Allah. Maafkan Bilqis kak Syfa. Maafkan Bilqis. Karena Bilqis kak Syfa harus menderita seperti ini.” Genta pun langsung menghampiri Bilqis dan duduk di samping adiknya itu. “ Bilqis.” Panggilnya. “ Kak Genta.” Ucap Bilqis yang bangun dari sujudnya. Tatapan penuh air mata pun ia tampilkan didepan Genta. “ Kakak tahu perasaan Bilqis saat ini dek. Tapi semua itu ngga akan bisa merubah semuanya. Kakak tahu Bilqis menyesal, tapi kita pun ngga bisa mengembalikan masa itu dek. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah memperbaikinya dan berusaha melakukan yang terbaik.” Ucap Genta. “ Tapi tadi saat Bilqis melihat kak Syfa secara langsung, Bilqis benar-benar berdosa kak. Ingin rasanya Bilqis mengatakan semuanya pada kak Syfa kalau Bilqislah yang membuatnya seperti saat ini. Pasti kak Syfa akan langsung membenci Bilqis kan kak. Tolong kak bantu Bilqis, apa yang harus Bilqis lakukan untuk menebus semuanya.” Ucapnya. “ Pertama kakak bertemu dengan Syfa dan keluarganya pun kakak sedih fa. Kakak ragu apa iya kakak akan meneruskan niatan kita ini. Tapi setelah kakak mengenal Syfa dan dia mau membuka hatinya untuk kakak. Saat itulah kakak berjanji qis, kalau kakak akan membahagiakannya. Kalau sampai kita berhenti disini dan mengatakan semuanya, maka sama saja kamu akan merusak semuanya dan merusak kebahagiaan yang baru saja dia miliki. Apa kamu sanggup melihatnya jauh lebih terpuruk lagi.” Ungkap Genta. Bilqis hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Bilqis ingin membahagiakannya kak, Bilqis ngga mau merusak kebahagiaan kak Syfa. Maafin Bilqis kak.” Balas Bilqis. “ Maka dari itu dek, bantu kakak untuk memberikan kebahagian untuknya.” Ujar Genta. Setelah menenangkan Bilqis, Genta kembali ke kamarnya. Dia pun sendu melihat adik perempuanya saat ini. “ Apapun akan kakak lakukan untuk kamu dan keluarga kita. Karena kalianlah harta paling berharga yang pernah kakak miliki.” Ucap Genta sambil menatap foto keluarganya. Falshback on. Malam itu Bilqis yang beberapa hari baru pulang ke Indonesia pun pergi keluar rumah karena teman-temannya yang ada di Indonesia mengundangnya ke sebuah party reuni. Awalnya dia ingin kakaknya yang mengantarkannya ke sana, tapi karena kedua kakanya terlihat sedang sibuk, jadi niat meminta diantarkan pun langsung ia urungkan. Selesai party, Bilqis merasa kurang enak badan, dia merasa pusing dan mengantuk. Tapi karena sudah larut dia tetap menyetir untuk pulang, walaupun keadaannya seperti sekarang. Tapi ternyata karena dirinya yang nekad membawanya dalam satu musibah besar yang membuat kehidupannya berubah. Dia saat itu tak bisa mengendalikan mobilnya, karena ia baru sadar kalau ternyata di depannya ada mobil. Dan karena ulahnya mobil didepannya pun tertabrak olehnya sampai mobil itu menabrak sebuah pohon besar. Bilqis pun begitu ketakutan, dia awalnya ingin turun melihat keadaan orang yang ada di mobil tersebut. Tapi karena begitu ketakutan dia tak jadi, dan dia pergi meninggalkan mobil itu. Dalam perjalanan pulang Bilqis benar-benar tak bisa tenang, dia terus menangis dan semua tubuhnya bergetar karena ketakutan. Sesampainya di rumah, dia langsung memasuki kamarnya. Dia tak berani mengatakan yang sebenarnya pada kedua kakaknya. Dia terus memikirkan bagaimana keadaan orang yang ia tabrak. *** Keesokan paginya Genta merasa heran karena adik perempuannya belum juga keluar dari kamarnya. “ Riz, dimana Bilqis.” Tanya Genta. “ Keliatannya dia masih di kamar kak, mungkin dia kelelahan karena party tadi malam.” Jawab Fariz. “ Apa kamu tahu semalam, Bilqis pulang jam berapa.” Tanya Genta dan Fariz hanya menggeleng karena semalam ia memang tidur awal. Genta pun langsung menyuruh pembantunya untuk memanggil Bilqis untuk sarapan, tapi ternyata Bilqis menolak untuk turun. Awalnya Genta ingin menemui Bilqis, tapi saat melihat jam tangannya ia urungkan karena pagi ini dirinya ada sidang di pengadilan. Sedangkan Fariz sudah berangkat terlebih dahulu. *** Di kamarnya Bilqis terus saja menangis, dirinya tak tahu lagi harus bagaimana. Tanpa berfikir panjang lagi ia langsung menelfon papanya yang masih berada di luar negeri. Bilqis pun menceritakan semuanya pada papanya. Papa Bilqis yang mendengar semua cerita tetang Bilqis pun langsung akan pulang ke Indonesia untuk membantu anaknya menyelesaikan masalah yang sedang Bilqis hadapi saat ini. Bilqis memang jarang mengatakan apapun pada kedua kakaknya, dia tak berani dan takut kakaknya akan memarahinya. Jadi segala masalah yang terjadi padanya, orang yang pertama kali ia beritahu pasti papanya. Genta dan Fariz sangat terkejut saat papa mereka menelfonnya, dan mengatakan semua masalah yang terjadi pada Bilqis. Setelah menyelesaikan semua pekerjaan, mereka berdua langsung pulang untuk menemui Bilqis dan menanyakan kebenarannya pada Bilqis. Dengan tergesa-gesa Genta memasuki rumah. Dan didepan kamar Bilqis dia melihat Fariz yang sedang mengetuk pintu kamar adiknya. “ Bilqis, kakak mohon buka pintunya. Kamu ngga bisa di kamar terus seperti ini. Kita bicarakan semuanya.” Ucap Fariz. “ Apa dia belum juga mau keluar.” Tanya Genta. dan Fariz langsung menggeleng. “ Qis, kak Genta mohon sama Bilqis jangan seperti ini dek. Kita bicarakan dan selesaikan masalah ini. Kakak mohon dek keluar, kakak janji kita ngga akan marahi kamu. Kita hanya ingin mendengarkan semuanya, kalau kamu seperti ini terus masalah ini ngga akan selesai.” Ucap Genta yang juga berusaha membujuk Bilqis. Tapi tetap saja taka da balasan dari Bilqis. “ Kalau Bilqis ngga mau buka pintunya kakak akan dobrak.” “ Bilqis ngga akan keluar sampai papa disini. Bilqis tahu kakak marah ke Bilqis.” Jawab Bilqis. “ Tapi Bilqis juga belum makan dari pagi dek.” Balas Fariz yang terlihat khawatir pada Bilqis. Tapi Genta dan Fariz memang tak bisa berbuat apapun jika adknya sudah mengatakan akan menunggu papanya. Karena baginya hanya papanya yang dapat menyelesaikan masalahnya. Bilqis tak ingin menyelesaikan masalahnya bersama kedua kakaknya karena ia pernah mengatakan masalahnya, dan dengan mudahnya sang kakak memarahinya.   Padahal niat Genta dan Fariz memarahi Bilqis pun karena mereka khawatir. Sore harinya ada beberapa orang suruhan papanya mengambil mobil Bilqis. Genta dan Fariz awalnya bingung, tapi saat Genta telfon papanya dia pun mengizinkan orang-orang tersebut membawa mobil Bilqis. Papa mereka akan menjelaskan semuanya disaat dirinya tiba di Indonesia. *** Paginya papa Bilqis yang tak lain adalah Haikal pun telah sampai di rumah putra sulungnya Genta. Sesampainya disana dia langsung menemui putrinya yang belum juga mau keluar. “ Bilqis, papa ada disini sayang. Papa mohon buka pintunya nak.” Ucap papanya. Dan saat mendengar suara papanya, dia langsung membukakan pintunya. Bilqis langsung memeluk papanya dengan erat. “ Papa, Bilqis takut pa, tolongin Bilqis pa. Bilqis ngga sengaja pa, Bilqis benar-benar ngga sengaja.” Ucapnya yang terlihat sangat kacau. Dan tanpa di duga, Bilqis pun pingsan dalam pelukan papanya. Semua pun khawatir, Genta langsung saja memanggil dokter. “ Kenapa kalian membiarkan Bilqis keluar sendiri tanpa sepengetahuan kalian. Papa kan hanya minta kalian menjaga Bilqis, apa itu sangat sulit bagi kalian.” Tanya Haikal. Genta dan Fariz hanya bisa menundukkan kepalanya, karena mereka berdua memang merasa bersalah karena lalai menjaga Bilqis, sampai kejadian besar seperti ini terjadi. “ Maaf pa, ini semua kesalah Genta.” Ucapnya. “ Papa harus segera membawa Bilqis kembali tinggal bersama papa untuk sementara waktu. Dan untuk masalah ini papa sudah menyelesaikannya.” “ Maksud papa.” “ Papa sudah menyuruh orang suruhan papa untuk menghanguskan semua bukti tentang kecelakaan itu.” Jawab papanya. “ Apa maksud papa, kenapa papa melakukan ini semua pa. Genta bisa membantu Bilqis untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi ngga dengan cara licik seperti ini pa.” Balas Genta. “ Semua ini ngga bisa diselesaikan secara baik-baik ta. Papa yakinkalau sampai mereka tahu Bilqislah yang menabrak putri mereka, maka mereka akan langsung memenjarakan Bilqis dan menyulitkan keluarga kita. Mereka tak akan membiarkan kita hidup tenang ta.” Ujar Haikal. “ Apa maksud papa, siapa yang papa maksudkan mereka. Apa papa sudah tahu korban yang di tabrak oleh Bilqis.” Tanya Genta. Haikal pun langsung mengangguk. “ Papa tahu, dan papa ngga ingin Bilqis mengalami penderitaan kalau sampai mereka tahu anak papalah yang menabrak putri mereka.” Ucapnya. “ Mereka siapa pa. Siapa yang Bilqis tabrak.” Tanya Fariz yang memang penasaran. “ Dia adalah Assyfa Yusfina Sandra putri dari Muhammad Haziq.” Jawab Haikal. Genta dan Fariz langsung mengerutkan dahinya saat mendengarkan papanya menyebutkan nama Muhammad Haziq. Mereka tak tahu apa yang terjadi antara papanya dan Haziq tapi setahu mereka Haziqlah salah satu alasan yang membuat papanya pergi meninggalkan Negara ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD