Malam itu
Kiana Aurelia tidak menyangka jika kepergiannya syuting pertama kalinya tanpa manajernya akan membuat hidupnya hancur dan berakhir menjadi milik laki-laki bernama Argananta Arya Bagaskara. Ia pun terpaksa menikah dengan Arga diumur dua puluh tahun ketika karirnya sedang menanjak namun ini hanya pernikahan untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan Arga padanya malam itu.
Kiana masih ingat jelas bagaimana ia berteriak meminta ampun dan memohon kepada Arga agar tidak menyentuhnya, tapi ternyata Arga tetap saja tidak mendengar ucapannya. Kiana sangat terpukul dan untuk pertama kali Kiana disetubuhii hingga dipaksa oleh Arga hanya karena racun yang mempengaruhi akal sehat Arga, Ya ia memang diselamatkan oleh Arga dan juga menjadi penyelamat bagi Arga. Karena hal inilah Argananta Arya Bagaskara akhirnya menikahinya, meskipun Arga tidak mencintainya. Sekarang setelah dinikahi Arga ia menjadi Nyonya pemilik Apartemen mewah ini yang ia tempati ini karena telah diberikan Arga untuk ia tempati. Tapi dimanakah laki-laki bernama Arga itu sekarang ? Sampai saat ini setelah empat tahun menikah Arga, Arga tidak pernah muncul dihadapannya.
Kiana melihat berita di TV tentang ketampanan Arga dan para perempuan yang mengelilingi Arga. Ia hanya tersenyum sini mengingat bagaimana pernikahan ini dirahasiakan selama ini, apalagi kedua orang tua Arga juga tidak tahu perihal Arga yang menikahinya. Kiana menghela napasnya dan ini karena orang tuanya yang menyetujui semua keinginan Arga yang diktaktor dan arogan, lalu dengan memberikan sejumlah uang untuk kompensasi kepada orang tuanya akhirnya orang tuanya memaksanya agar menyetujui pernikahan itu.
Ponsel Kiana berbunyi, ia segera mengangkat ponselnya dan terdengar suara seorang anak yang saat ini menghubunginya. "Ma pulang..." ucapnya terbata-bata. Wajah bulatnya dengan pipi gelapnya lalu matanya yang cemerlang itu menatapnya dengan tatapan memohon. "Pulang!" Pintanya lagi.
"Nanti ya Nak, kalau Mama libur Mama pulang," ucap Kiana. "Anggun jangan nakal ya Nak, minggu dengan Mama pulang!" Ucap Kiana.
Kiana ingin segera bercerai dari Arga karena baginya, pernikahan ini hanya pernikahan palsu untuk membuat laki-laki bernama Arga itu merasa telah memenuhi tanggung jawabnya, atas peristiwa itu. Arga bahkan tidak mengetahui jika saat ini ia telah memiliki seorang anak hasil kejadian malam itu. Kiana memang telah berhasil menyembunyikannya selama ini dan ia tidak ingin setelah bercerai, Arga ingin mengambil hak asuh anaknya.
Kiana menatap langit-langit apartemen mewah ini, Arga selalu memberikannya uang bulanan yang cukup banyak dan bahkan ia bisa menjadi istri simpanan kaya raya dengan gaya sosialita. Istri simpanan? Ya anggap saja begitu karena selama ini statusnya memang sebagai istri simpanan. Kiana memejamkan matanya dan ia kembali mengingat bagaimana pertemuan pertamanya bersama laki-laki yang merupakan Ayah anaknya itu.
Hari itu Kiana bersama kru menuju lokasi syuting yang berada diluar kota dan memang mereka akan memproduksi film horor. Lokasi syuting memang berada jauh dari kota dan tempatnya memang sangat cocok untuk dijadikan lokasi syuting untuk film horor. Desa itu masih sangat sepi dan penghuninya telah banyak berpindah ke Desa lain atau bahkan ke kota. Ditempat itu banyak sekali rumah kosong yang tidak berpenghuni.
Diumur Kiana yang masih dua puluh tahunan saat itu, ia bukan hanya menjadi pemain film atau pemain sinetron tapi juga mengeluarkan beberapa lagu karena suaranya yang sangat cocok menyanyikan lagu-lagu sedih. Saat itu syuting sedang berlangsung dan Kiana telah merekam beberapa adegan, namun ketika mereka sedang istirahat tiba-tiba datang dua puluh orang gerombolan yang mendekati mereka.
Kiana membuka matanya dan ia kembali terduduk dan meneteskan air matanya. Setiap kali ia mengingat kejadian itu, ia sangatlah ketakutan apalagi kejadian itu membuatnya mengalami trauma. Jika ia tidak melarikan diri dan diselamatkan oleh Arga mungkin ia juga akan diperkosa oleh orang-orang gila yang menculiknya itu.
Terdengar bunyi bell dan Kianan melangkahkan kakinya mendekati pintu apartemennya lalu ia mengintip dari lubang khusus yang ada dipintu apartemen ini. Ternyata yang mengetuk pintunya adalah manajernya dan Kiana segera membuka pintu apartemen. "Lama banget sih buka pintunya..." kesal manajernya ini.
"Lo tahu kan sejak kejadian itu gue trauma berat dan gue selalu berhati-hati," ucap Kiana.
"Lo nggak datang ke acara ulang tahun mertua lo?" Tanya Resti.
"Enggak, lagian mereka juga nggak tahu kalau gue menantunya," ucap Kiana.
Hanya Resti satu-satunya selain keluarganya yang mengetahui tentang pernikahan ini dan Resti juga tahu kalau Kiana telah melahirkan seorang putri cantik hasil pemerkosaan Argananta Arya Bagaskara, tanya saat ini berada di Desa orang tua Resti. Kiana sengaja menitipkan putrinya di Rumah Budenya Resti agar tidak diketahui Arga dan juga orang tuanya. Kiana hanya tidak ingin putrinya dimanfaatkan orang tuanya, apalagi jika Arga tahu ia telah menjadi ayah mungkin Arga akan mengambil hak asuh anaknya.
Acara mewah ulang tahun Alea Jovanka, istri Senopati Arya Bagaskara malam ini akan berlangsung dan sebenarnya Kiana diundang oleh Aurelia pinkan Bagaskara untuk datang ke acara ulang tahun orang tuanya. Sebelum bertemu dengan Arga, Kiana telah lebih dulu mengenal Aurel karena Resti yang juga menjadi manajernya ini juga merupakan sahabat Aurelia.
"Mulut gue udah gatel banget mau bilang sama Aurel kalau lo itu kakak iparnya," ucap Resti.
"Jangan! Gue udah berencana mau cerai sama dia, lebih keluarganya tidak tahu kalau dia menikahi aku dan jangan sampai dia tahu kalau dia punya anak," ucap Kiana.
"Lo benar-benar gila Kia, lo tahu kan siapa yang lo hadapi? Dia itu Arganata Arya Bagaskara, dia sangat kejam dan kamu nggak akan bisa lepas dari dia, jika dia tidak menginginkannya. Lagian menurut pendapatku, lebih baik kamu memberitahu masalah Anggun, itu anaknya dan dia berhak juga tahu mengenai anaknya!" Ucap Resti. "Kalau dia sudah tahu kalian punya anak, kamh bisa mengajak Anggun tinggal sama kamu Kiana!" Ucap Resti.
"Nggak usah....kalau dia tahu semuanya akan semakin runyam dan aku nggak mau itu terjadi!" Lirih Kiana. "Pernikahan kami hanya bentuk tanggung jawab dia yang telah memperekossa gue dan pernikahan ini juga bukan pernikahan seperti sebagaimana mestinya. Sudah empat tahun aku tinggal di Apartemen ini, tapi dia bahkan tidak pernah menemui gue Res," ucap Kiana.
"Gue berencana datang ke kantornya ingin bertemu dengannya, lalu mengajaknya bercerai," ucap Kiana.
"Astaga Kia menurut gue lebih baik lo mempertahankan hubungan lo dengan Pak Arga!" Ucap Resti yang tidak setuju Kiana bercerai dari Arga.
"Kenapa aku harus bertahan pada pernikahan yang tidak ada masa depannya ini Res," lirih Kiana.
"Iya aku mengerti tapi yang bakalan kamu hadapi itu seorang Arga, karir kamu akan hancur kalau kamu melawanya Kia!"