Sekitar tiga minggu lagi aku akan menikahi wanita tanpa adanya rasa sedikitpun, jangankan cinta, suka saja tidak, bagiku semua terasa hambar, air putih saja masih ada rasanya, tapi aku juga tidak membenci Ansara, aku tidak peduli jika dia memanfaatkan hidupku untuk kepentingannya. Jika semua orang menganggap aku seperti sedang membalas perbuatan Putri padaku, mungkin inilah kenyataan yang serba kebetulan itu. Sejujurnya aku tidak pernah rela Putri memutuskanku gara-gara pria lain, aku tidak pernah rela dia lebih memilih pria yang bahkan belum pernah memperjuangkannya seperti aku yang berjuang untuknya dalam meyakinkan kedua orang tuanya bahwa aku benar-benar serius padanya. Aku bersumpah tak ada yang bisa membahagiakan Putri selain aku. Aku bahkan pernah datang padanya hanya untuk meng

