Berulang kali aku mencoba mengurai ketakutanku lewat embusan napas, tapi rasa-rasanya aku memang takut kalau kehadiranku menjadi malapetaka, bagaimana kalau untuk kali ini kedatanganku tidak diinginkan oleh kedua orang tua Oji, bagaimana kalau mereka mengusirku dan untuk pertama kalinya kehadiranku tidak diinginkan di sini. “Kak Oji memang playboy,” ucap Dinara usai menutup pintu kamarnya. Aku hanya mematung di dekatnya tanpa bisa berkomentar apa-apa. Dinara berjalan ke dekat ranjangnya dan aku mengikutinya. “Kapan Kak Putri putus sama kak Oji?” “Tiga minggu yang lalu.” “Hah?” Keningnya mengernyit. “Secepat itu dan dia memutuskan untuk menikah dengan Ansara?” “Ansara?” aku lekas duduk di sebelahnya. “Siapa dia?” Alih-alih menjawab Dinara malah menghela napas. “Siapa dia, Din?” “A

