Dalam waktu kurang dari tiga jam, pasukan pemburu iblis sudah hampir meluluh lantahkan pasukan iblis. Semangat yang Jendral Zarek kobarkan sebelum menyerang ditambah kenangan pahit mereka melihat desa-desa yang hancur karena serangan pasukan iblis membuat kekuatan manusia setengah iblis itu meningkat, walalu belum sama dengan iblis tingkat empat.
“Lima orang akan sanggup melawan satu iblis tingkat empat!” sorak salah seorang pasukan pemburu iblis yang baru saja menghabisi iblis tingkat empat bersama empat orang lainnya.
Keadaan pasukan iblis berbanding terbalik dengan saat mereka menyerang bumi manusia dulu. Ya, mereka merasakan perasaan terdesak dan kegalutan dari serangan manusia yang sekarang memiliki separuh kekuatan mereka.
“Cih! Mereka tak bisa dianggap remeh!” Tako mulai memperhatikan keadaan mereka yang sudah berat sebelah.
Ya, semua pikirannya tentang pasukan pemburu iblis jauh berbeda. Ia sama sekali tak menyangka meraka akan dibantai habis-habisan dalam waktu secepat ini. Apa ini karma? Tidak! Kami para iblis tidak mengenal apa itu karma, karena kami ras terkuat yang pantas menduduki tingkat paling tinggi di antara semua makhluk hidup.
Tiga ratus pasukan iblis tingkat lima hanya bersisa beberapa, itupun beberapa dari mereka terluka dan membutuhkan waktu untuk pemulihan agar bisa kembali bertarung. Luka yang diakibatkan serangan pasukan pemburu iblis itu memang memberikan efek lebih daripada serangan dari manusia biasa. Tako mengedarkan pandangannya, sekitar tiga puluh iblis tingkat empat masih dalam keadaan prima. Namun apa mereka sanggup melawan pasukan manusia yang mungkin sekitar empat ratus orang. Parahnya lagi, sebentar lagi matahari akan muncul. Setengah dari mereka adalah iblis magic yang rentan akan cahaya matahari langsung!
“Jendral Zarek! Apa langkah kita selanjutnya? Sedikit dari mereka adalah iblis tingkat lima, sementara sisanya tingkat empat,” sorak Zyan yang sekarang berdiri di sisi kanannya.
Jendral Zarek tersenyum puas melihat pasukan iblis yang terdesak. Dia terkekeh dingin.
“Kalian merasakan apa yang kami rasakan, bukan?” Jendral Zarek berteriak lantang pada iblis-iblis di seberang sana. Mereka terkepung karena di setiap sisi telah di tutup oleh pasukan pemburu iblis yang siap menyerang ketika perintah dari Sang Jendral datang.
“Zyan! Setelah ini usai, jangan lupa untuk mengambil sampel darah mereka, utamakan untuk tingkat empat.” Perintah Jendral Zarek yang disahut dengan anggukan tegas dari bawahannya yang paling setia.
Jendral Zarek masih menghitung detik-detik matahari muncul. Dia akan lebih cepat meemnangkan pertarungan ini setelah sebagian bilis magic tewas di bawah sinar matahari.
BRUAAKK!!!
Mereka semuadikejutkan oleh sesuatu yang menghantam tanah dengan kuat hingga membuat tanah dan bebatuan beterbangan. Tako tersenyum melihat kedatangan Jendra Gaviork.
“Jendral Keempat!” Tako menyeringai saat tahu siapa yang datang.
“Dia iblis tingkat tiga!” dengus Zyan dari seberang.
“Aku tak suka basa-basi. Setelah mengurus kalian, aku masih harus menyelesaikan perintah Raja Melchoir yang lainnya.” Jendral Gaviork yang berada di urutan keempat sedang memandangi ratusan manusia setengah iblis yang baru saja meluluh lantahkan tempatnya.
“Jendral Zarek! Apa aku termasuk dalam perhitunganmu?” cemooh Gaviork dari jauh.
Zyan menatap penuh harap pada Jendralnya. Ia tahu jika JendralZarek sama sekali tak memperkirakan bantuan iblis akan datang. Dan itu adalah iblis tingkat tiga! Aura kegelapan yang dapat pasukan pemburu iblis rasakan sangan kentara. Beberapa dari mereka bahkan reflek mundur beberapa langkah. Hal itu semakin membuat Jendral Gaviork tertawa.
“Jadi ini pasukan pemburu iblis? Lebih tepatnya kalaian hanya tiruan! Ha-ha-ha!” Jendral Gaviork melempar tatapan remeh pada beberapa musuh di depannya.
Wujud Gaviork yang lebih mengerikan dari Tako sudah berhasil mengintimidasi sebagian dari pasukan pemburu iblis. Dia memiliki tinggi dua kali lipat dari Tako. Dua tanduk lengkung yang besar menghias kepalanya. Sekali melihat, bisa dirasakan kekuatan dari kulitnya yang bersisik seperti armadillo tapi ini berpuluh kali lebih kuat. Serangan dari manusia setengah iblis ini tidak akan mungkin bisa menembus kulit itu.
“Bagaimana Zarek?” Jendral Gaviork menatap pria yang sekarang tengah berpikir keras mencari cara untuk tetap memenangkan perang ini. Semuanya adalah pasukan yang selamat dari percobaan. Bagaimanapun dia takkan bisa kehilangan banyak pasukan dalam perang ini.
“Tetap kepung mereka!” sorak Jendral Zarek melihat formasi pasukannya yang mulai merenggang. Setidaknya mereka bisa lebih unggul dalam pertarungan setelah matahari muncul.
Tak berselang lama, semua iblis magic menyadari langit yang mulai terang. Mereka kalang kabut mencari tempat berlindung tapi gagal karena di setiap sudut, pasukan pemburu iblis dengan senang hati membantai. Apalagi di keadaan ini kekuatan iblis magic langsung melamah, bahkan lebih lemah dari iblis tingkat lima. Jendral Gaviork tak acuh melihat sebagian pasukannya yang tewas. Ia menyeringai tajam dan dalam sekali lompatan menghantam satu titik sebelah kanan yang membuat kehancuran sangat besar. Jendral Zarek menarik mundur pasukannya sebelum mereka kehilangan lebih banyak nyawa.
Ia berkali-kali bertanya pada Zyan dengan wajah cemas. Sesuatu yang ia tunggu-tunggu dari tadi, dan masih belum ada kabar tentang sesuatu itu.
“Kalian hanyalah semut yang mengganggu pemandanganku!” teriak Jendral Gaviork di tengah p*********n.
Sisa pasukan iblis tak lupa membantu p*********n Jendralnya. Hingga sebuah informasi penting memenuhi lapangan pertarungan itu.
“Incar d**a sebelah kanan mereka!” salah seorang pasukan pemburu iblis meneriakkan hal itu. Sesosok tubuh iblis tingkat e,pat tergeletak dengan luka menganga di d**a kanannya.
“Jendral!” Teriakkan Zyan merebut perhatian Jendral Zarek. Tak butuh waktu lama ia langung paham dan mulai meneriakkan informasi itu.
Setelah bertahun-tahun p*********n, informasi sepenting ini baru mereka ketahui. Mengambil jantung iblis yang berada di dadasebelah kanan merupakan cara tercepat bagi mereka untuk menghabisinya.
“Ini benar-benar merepotkan!” geram Tako melihat kelemahan mereka diketahui musuh.
Sekarang pertarungan ini terasa seimbang. Ketika manusia setengah iblis akan tewas jika kepala mereka terpenggal, sementara iblis akan tewas ketika jantung mereka dicabut dari tubuhnya. sisa pasukan iblis sekarang berusaha bertarung sekuat tenaga sambil menghindari serangan-serangan dari lawan yang sekarang mengincar jantung mereka.
Namun, kelamahan itu tak berlaku pada Jendral Gaviork. Kulitnya yang sangat tebal dilindungi oleh sisik yang bahkan lebih keras dari baja. Beanr-benar tak dapat dilukai. Belum lagi kekuatan serangannya yang sangat mematikan. Hampir setengah pasukan pemburu iblis tewas di tangan Gaviork.
“Cih! Apa mereka sudah datang?” tanya Jendral Zarek kembali pada Zyan.
Tak berselang lama, beberapa pasukan tentara muncul dan memberikan sebuah benda panjang yang dibungkus dengan kain. Senyum dingin tergurat di wajah Jendral Zarek. Melangkah mantap ia terjun ke medan perang, dari berjalan dan mulai berlari menuju satu titik. Jendral Gaviork!
Jendral Gaviork sedikit terlambat menyadari serangan dari Jendral Zarek. Untung saja ia sigap mengelak hunusan pedang dari Zarek, matanya sempat berkilat memandang pedang itu.
“Kau pasti tak menyangka, bukan?” Nada mengintimidasi keluar lewat pertanyaan Jendral Zarek.
Jendral Gaviork menggeram. Ia tak menyangka perkembangan manusia bisa secepat ini. Mereka sudah memiliki dua kelemahan kaumnya, dan itu sangan merepotkan!
“Takkan berguna jika tidak tepat mengayunkannya!” Serang Jendral Gaviork melompat dan mendarat beberapa senti di hadapan Jendral Zarek.
Kekauatan hantaman Jendral Gaviork membuat Jendral Zarek terpelanting. Namun dengan sigap ia segera bangun dan menyerang iblis tingkat tiga di hadapannya. Perbedaan ukuran badan yang jauh berbeda tak membuat Jendral Zarek gentar. Beberapa kali ayunan pedang dapat dielak oleh Jendral Gaviork, tapi ia mulai kewalahan tak menyangka jika manusia di hadapannya memiliki kecepatan di atas rata-rata.
“AKH!!!” teriak Jendral Gaviork.
Ayunan terakhir pedang Jendral Zarek berhasil memotong lengan iblis itu. Darah mengucur dari bahu kanan Jendral Gaviork.
“Kaummu akan membinasakan kalian sendiri,” Jendral Zarek menatap sinis pada lawannya yang tengah menikmati rasa sakit dari lengannya yang putus akibat tebasan pedang Zarek.
“Kau pasti membutuhkan waktu lebih lama untuk meregenerasi tubuhmu sekarang, aku tahu dampak dari pedang ini. Setidaknya, tak sia-sia kami melakukan perlawanan selama ini,” imbuh Jendral Zarek.
Rasa sakit tak menghalanginya untuk tertawa sombong, meski darah masih mengucur deras dari bahunya. Ia benar-benar kagum dengan perkembangan manusia, bahkan bisa di katakana kedua kaum ini akan mencapaikata setara beberapa saat lagi.
Tak lama sorak-sorai kemenangan memenuhi lapangan perang. Pertanda kemenangan berhasil diraih manusia. Sekarang semua tatapan beringas dari mereka yang tersisa, masih sekitar ratusan orang, tertuju pada satu sosok yang sedang memegangi lukanya.
“Habisi dia, Jendral!” teriak salah seorang dari kerumunan itu.
Tak perlu menunggu lama, Jendral Zarek berlari dan menebas leher Gaviork diiringi sorak-sorai gelombang kedua dari pasukannya.
Hanya beberapa jam mereka mereka berhasil menghabisi satu pasukan iblis dan mendapatkan kelemahan lain dari kaum iblis. Jendral Zarek menatap sekeliling dan mengacungkan pedang tulang iblis yang sekarang akan menjadi senjata andalannya. Raja Yelvan pasti akan senang dengan kabar ini.