Lepas Kendali

1200 Words
Tim Demon Hunter yang terdiri dari Sargon, Lucy, Lugos, Raph, Vio, dan Valrey sebagai pemimpinnya sedang melancarkan serangan mereka untuk menghadapi puluhan monster hasil dari proyek gagal untuk memenuhi obsesi Yelvan. Bahkan Yelvan tewas di tangan obsesinya sendiri. Raph membuat dinding segel pembatas agar makhluk itu tak bisa memasuki istana. Sementara yang lainnya melakukan serangan. Mickey menyaksikan dalam senyum pertarungan sebuah tim hebat yang dibuatnya. Zyan bahkan kali ini tak bisa menyembunyikan kegamumannya pada teknik bertarung dan kekuatan dari orang-orang itu. Ia sedikit menyesal dulu menolak saat Yelvan menawarkan untuk mencoba menggabugkan sel miliknya dengan sel iblis. Walau Yelvan tak memaksa karena ia tahu tingkat kesetiaan Zyan. Raph yang sedang menjaga kestabilan dinding segel agar tak bocor dan lepas, bergumam ketika salah seorang prajurit yang penasaran maju mendekati dinding segelnya. “Jika tak sayang nyawamu, silahkan sentuh dan nikmati,” gumamnya tanpa mengalihkan pandangan dari pertarungan. Benar saja, prajurit itu langsung terpental dan terhempas hingga menghantam sebuah tiang besar. Mickey tertawa melihat kebodohan orang itu. Zyan melirik Mickey dari sudut matanya, ia benar-benar harus menyesuaikan diri dengan sifat Mickey yang berubah-ubah. “Kau pikir aku aneh? Kepribadian ganda?” Mickey menjawab tatapan Zyan. “Maaf, Yang Mulia.” Zyan megalihkan pandangan kembali ke medan pertempuran. Dalam waktu sepuluh menit, sudah setengah dari monster berhasil dihabisi Tim Demon Hunter. Namun dari kejauhan masih ada sekitar empat puluha pendatang baru yang pastinya akan bergabung dalam pertarungan. “Sial!” Vio yang kewalahan menghadapi monster itu karena lebih banyak yang menyerangnya. Ditambah sekitar lima monster melewatinya begitu saja menuju gerbang istana. Raph yang menyadari hal itu memperkuat segel hingga dinding yang tadinya berbentu kaca bergelombang sekarang berubah menjadi sedikit kemerahan. Dalam sekejap kelima monster itu berubah menjadi abu saat menabrak segel itu. Setelahnya Raph kembali mengurangi tenaganya sehingga dinding segel itu kembali berbentuk kaca yang bergelombang. Valrey sekarang di serang dari berbagai arah tapi ia sama sekali tak kewalahan. Sekarang tangannya mulai memancarkan api biasa yang mulai dihujamkan ke segala arah, terkesan acak da nasal-asalan tapi tepat mengenai semua moster di sekelilingnya yang berubah mejadi abu ketika menerima api dari valrey. “Vio!” Teriakkan Sargon membuat Valrey yang bertarung tak jauh darinya ikut mencari posisi Vio. Valrey tak menemukannya, monster-monster itu kembali menyerangnya bersamaan. Sekilas di tengah perlawanan, ia sempat melihat Sargon dan Lucy yang berlari ke sebelah kiri. Ia tak berusaha menipu matanya jika bukanlah tubuh Vio yang dibawa oleh Lucy yang sekarang meggunakan elemen anginnya untuk menghindari monster itu. Vio terkulai, sama sekali tak bergerak. Darah segar memenuhi hampir semua tubuhnya. Lucy membawa tubuh Vio menuju Raph da dengan sigap Raph memberikan ruang pada mereka untuk menembus dinding segelnya. Lucy meletakkan tubuh Vio perlahan. Sebuah luka besar yang menganga di dadanya membuat setiap pasang mata yang ada di sana ergidik ngeri. Bahkan ada beberapa wanita yang menangis dan memalingkan wajah. Tahoi mendekat, di susul oleh Zyan dan Mickey. Maya juga muncul tak lama setelahnya dan berlutut di samping Tahoi yang tengah memeriksa keadaan Vio. Tahoi menggeleng tak lama kemudian. Maya yang tak percaya bahwa Vio tewas memaksakan diri untuk memeriksa ulang keadaan Vio. Namun tahoi mencegah dan menahan tangan Maya. “Jantungnya benar-benar hancur,” ucap Tahoi pelan. Lucy juga masih tak percaya mendengar Vio tewas. Walau selama ini dia sudah menyasikan banyak kematian dan ia sendiri bahkan memberikan kematian itu pada kaum iblis. Namun kehilangan Vio yang selama ini memimpin perjalanan mereka sungguh sebuah hal yang tak bisa langsug ia cerna. Lucy berdiri dan menatap kawan-kawannya yang masih bertarung. Ia memaksakan langkah untuk bergabung kembali ke medan pertempura. Valrey yang melihat gelagat Lucy dari kejauhan bisa mencerna apa yang terjadi. Seketika ia ingat pesan Vio sebelum mereka bertarug tadi. Valrey seketika berubah ke mode iblis sepenuhnya dan mengobarkan api dari setiap inci kulitnya menyerang monster-monster itu sekaligus. Sargon, Lugos, dan Lucky terpaksa mundur dan menyusup ke dalam dinding segel Raph. Raph bahkan juga bersiap memperkuat segelnya. Ia juga memperluas cakupan segel hingga seluruh sudut istana terlindungi. Sekarang Valrey sudah dikepung oleh monster-monster buas yang tersisa sekitar lima puluhan. Untuk pertama kalinya semua monster itu berhenti menyerang seolah terintimidasi oleh aura iblis yang sangat kuat dari Valrey. “Kematian!” teriak Valrey dan menebarkan api hitam dari tubuhnya hingga semua makhluk itu menjadi abu tak bersisa. Raph juga sedikit kesulitan menahan ledakan api dari Valrey yang menyerang segelnya. Tak lama setelah itu, semua api itu hilang, meninggalkan jejak hangus dalam luas yang sangat besar. Di tengahnya, Vlrey masih dalam mode iblis penuh berdiri menatap ke langit yang tiba-tiba berubah mendung. Raph merasakan kedatangan tamu tak diundang. Sargon dan yang lainnya saling padang dan mengangguk. “Segera masuk ke ruang bawah tanah!” Sargon berteriak pada orang-orang yang masih berduka atas kematian Vio. “Yang Mulia, sebaiknya anda ikut ke ruag bawah tanah.” Zyan menyarankan dan ditolak oleh Mickey dengan gelegan kecil. Matanya juga memandang ke langit gelap dan sepertinya ada beberapa titik-titik hitam di atas sana. “Akhirya kalian datag juga,” ucap Mickey setelah memastikan semua titik di langit itu bukanlah hujan, tapi sekelompok iblis yang datang. Suara dentuman memekakkan memenuhi gendang telinga mereka yang ada di sana saat dua puluh iblis mendarat dengan keras di hadapan Valrey. Salah satu iblis tingkat dua yang begerak maju dan menatap remeh pada Raph. “Jadi, adikku sekarang menjadi penjaga gerbang, ha?” cemoohnya. “Dugvrog,” geram Raph. Ia seketika melepaskan segelnya dan meju beberapa langkah hingga berdiri di belakang Valrey. Ia masih waras untuk selalu menjaga jarak dari valrey yang sedam dalam mode iblis tingkat tiga. Lidah api yang berkobar dari tubuhnya bisa sangat berbahaya. Di dalam dirinya, Valrey tengah berkomunikasi dengan iblis di dalam sana. “Kau ingin kembali menyetuh tigkat dua?” Iblis itu tentu selalu menawarkan kekuatan lebih pada Valrey di saat seperti ini, dengan bayaran angka kehidupannya. Setiap itu pula Valrey segera menerima tanpa pikir panjang. Setelah reuni yang tak begitu penting selelsai antara Raph dan Dugvrog. Kedua pihak segera melancarkan serangan masing-masing. Sesaat Valrey yang masih memejamkan mata seperti tidak ingin terlibat pertarungan. Namun hal lai bereaksi pada dirinya, kekuatan api dari tubuhnya meningkat. Hal itu di anggap remeh oleh pasukan iblis yang hanya tingkat empat. Tiga sosok iblis menyerang Valrey bersamaan,mereka menyeringai penuh kemenangan mengira Valrey takkan sanggup melawan. Amun mereka semua sekejap berubah menjadi abu bahkan sebelum sempat menyetuh tubuh Valrey. “Sebaiknya kalian mejauh,” geram Valrey yang sudah membuka matanya dan menatap tajam kea rah Dugvrog yang masih berlagak sombong. Tak perlu waktu lama, semua pasukan Dugvrog tewas dan lenyap menjadi abu. Meninggalkan Dugvrog sendiri yang mau tak mau harus melawan Valrey. Meski berada di tingkat tiga, kemampuan bertarung Dugvrog cukup hebat. Valrey kesulitan mencari celah untuk menyerangnya. Namun Valrey tak menyadari jika tujuan Dugvrog bukanlah untuk melawannya. Ia memiliki kemampuan seperti katak. Dalam sekejap melompat melangkahi Valrey dan menyerang Sargon dan yang lainnya di gerbang istana dengan cairan asam dari mulutnya. “Kau kudapatkan,” ucap Dugvrog saat menangkap Lucky dengan lidahnya yang bisa memanjang dan melilit tubuh Lucky seperti ular. Belum sempat di susul oleh Valrey, Dugvrog melompat tinggi dan meghilang menjadi titik kecil di langit kelam. Valrey berubah ke bentuk manusia dan terjatuh, lalu tak sadarkan diri. Ternyata tubuhnya masih belum sanggup menanggung kekuatan iblis tingkat dua.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD