Beberapa hari ini keadaan kerajaan Banjarian yang sekarang dipimpin raja baru sudah terlihat sedikit tertata. Meski perbaikan bangunan yang hancur masih belum dimulai karena untuk sekarang beberapa tim prajurit dibentuk dan dikirim ke daerah sekotar untuk mencari tambahan persediaan makanan untuk semua penghuni kerajaan. Serangan yang bertubi-tubi dari kaum iblis dan monster mereka sendiri sudah menyebabkan banyak nyawa melayang dan juga salah satu tempat penyimpan pasokan makanan hancur total.
“Semua ini sangat jauh dari kata cukup. Apalagi Tuan Yelvan seudah membawa ratusan orang untuk bergabung ke kerajaan.” Mario, pria yang sekarang bertanggung jawab untuk bagian penyediaan pasokan makanan tengah medampingi Raja Mickey melihat persediaan yang ada.
Mickey mengangguk kecil. Matanya tetap menyelidik semua bahan makanan yang tersisa di depannya. Ia ikut menimbang langkah apa yang harus diambil agar keadaan kerajaannya bisa berangsur normal kembali. Ia juga dituntut berpikir cepat tentang banyak hal lainnya, mengingat banyak nyawa yang tewas dalam serangan akhir-akhir ini.
“Satu hal lagi, aku membutuhkan seorang penasehat kerajaan, mengingat begitu lama aku tidak ada di lingkungan ini.” Mickey menerima anggukan dari Mario dan mereka berdua meniggalkan lokasi gudang.
Di belakang Mickey, Mario berpikir keras memikirkan siapa sosok penasehat kerajaan yang tepat untuk emndampingi Raja Mickey. Selama iabekerja di masa pemerintahan Yelvan, semua diatur dan dilakukan sendiri. Yelvan bahkan tak ragu untuk turun lagsug ke lapangan apabila diperlukan. Namun saying ia justru harus kehilangan nyawa bukan di medan perang, tapi di dalam ‘rumahnya’ sendiri. Mirisnya lagi ia tewas di tangan makhluk uji cobanya sendiri.
“Oh ya, kau bisa mendapatkannya dalam dua hari ini?” Tanya Mickey tanpa berhenti melangkah.
“Akan saya usahakan, Yang Mulia. Sejujurnya cukup sulit mencarikan penasehat yang Anda minta, kerena selama memimpin kerajaan, Tuan Yelvan selalu melakukan semuanya sendiri,” jelas Mario.
Mickey memang tak bisa menuntut bayak untuk saat ini. Lihat saja keadaan kerajaan yang ditinggalkan oleh ayahnya. Seseorang hanya perlu merobohkan sebuah tiang lagi dan semua kerajaan ini akan hancur. Ia memutuskan untuk mengecek data orang-orang yang selamat dan memberikan misi pertama pada tim Demon Hunter.
“Lima belas menit lagi kumpulkan anggota tim demon hunter di ruanganku.” Mickey mempercepat langkah saat ia melihat Tahoi di ujung sana.
“Kau sudah merasa lebih baik?” Tanya Maya pada Valrey yang berjalan beriringan menuju ruangan Mickey.
“Aku tak bisa berbohong. Namun aku dan timku sekarang memikul tanggung jawab yang sangat besar,” Valrey tersenyum kecil mengingat ia harus memimpin sebuah tim yang akan mengemban misi khusus.
Setelah menaiki tangga dan berbelok. Mereka memasuki sebuah ruangan yang sekarang dihunyi oleh Mickey. Valrey pernah beberapa kali masuk ke sana saat berurusan dengan Yelvan. Tak banyak yang berubah sejak Mickey mengguakan ruangan ini, bahkan rasanya tak ada yang berubah. Ruangan ini juga mengalami sedikit kerusakan saat serangan kedua, tapi sepertinya sekarang sudah dibersihkan melihat semua benda yang sudah tertata rapi pada tempatnya.
“Kalian sudah lama menunggu?” Mickey muncul disusul oleh Mario.
“Kami baru sampai,” jawab Valrey santai. Sargon dan Lucy menyusul muncul setelahnya.
“Aku persingkat saja, Tuan-Tuan. Dan Nona,” buka Mickey dan tersenyum pada Maya, lalu melanjutkan, “Aku akan memberikan misi pertama untuk demon hunter. Menemukan tiga lagi manusia iblis secepat yang kalian bisa.”
“Apa kau yakin?” Gaya bicara Valrey yang santai pada Mickey membuat Mario maju dan memperingatkannya lewat tatapan. Namu Mickey sama sekali tak keberatan dan megibaskan tangan agar Mario mundur.
“Kalian semua yang sangat kami butuhkan sekarang. Sebanyak apapun sumber daya manusia dan persediaan makanan yang ada, takkan memberikan perubahan berarti. Yang kutahu hanya kalian pemilik kekuatan iblis yang bisa mengalahkan iblis.” Mickey berdiri dan mengaitkan tangan di belakang punggungnya.
“Kami tentu saja bersedia menerima misi ini, tapi apakah semua akan baik-baik saja? Bagaimana jika pasukan iblis kembali menyerang?” Valrey mencemaskan hal itu. Masih ada ratusan nyawa mausia yang berlindung di balik tembok kerajaan ini. Namun ia dan teman-temannya juga harus menemukan pemilik kekuatan iblis secepatnya.
“Semoga saja mereka lupa tentang keberadaan kerajaan ini untuk beberpa saat,” kekeh Mickey. Tak ada yang ikut menimpali di sana, mereka semua terlalu serius, atau… Mickey yang terlalu santai.
“Sebaiknya kau pikirkan dengan baik siapa yang akan membantu menjaga keamanan di sini selama kami menjalankan tugas. Kau tahu, kami tak bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menemuka ‘mereka’,” jelas Valrey.
“Aku sudah memikirkan semua. Aku akan meminta Mario untuk memberikan petujuk yang ada tetang keberadaan mereka. Juga, aku sudah menerima kabar bahwa ada beberapa kelompok orang yang selamat sedang dalam perjalanan ke sini. Mereka pasti menerima dengan baik ‘kehadiranku’,” jelas Mickey.
Raja muda itu berjalan mengitari sisi kanan meja kerjanya dan berdiri lebih dekat dengan tim demon hunter. Ia berdiri berhadapan dengan Valrey dan menatap serius sekarang. Sebelah tangannya merai bahu Valrey dan aura di sana mendadak berubah serius.
“Tak ada yang bisa mengalahkan Kerajaan Iblis selain kalian. Aku tahu itu. Meskipun aku melanjutkan obsesi ayahku da menciptaka ribuan bahkan jutaan pasukan manusia iblis, takkan berguna. Semua barang palsu memiliki kelemahan.”
Mario memberikan penjelasan tentang ucapan terakhir Mickey, karena Valrey dan yang alinnya tampak bingug dan tak bisa menangkap artinya. “Semua manusia setengah iblis yang lahir dari uji coba Tua Yelvan, kami telah menemukan kelemahannya. Mereka takkan bertahan lama, seolah sel-sel iblis itu perlahan menggerogoti tubuh mereka dan menyebabkan beberapa macam penyakit pada mereka.”
Sargon dan Lucy yang dari tadi hanya diam mendengarkan sekarang saling pandang. Sargon seolah menemukan sesuatu yang menjadi pertanyaannya selama ini. Berkaitan dengan tewasnya Vio. Dia adalah salah satu hasil uji coba dari Yelvan.
“Sebaiknya kita lakukan ini dengan cepat, Val. Atau semua manusia di muka bumi ini akan musnah.” Sargon menekankan pada Valrey yang masih diam.
Valrey sejenak memejamkan mata dan mengepalkan tangannya begitu kuat. Ia menghela napas berat.
“Kau bisa memutuskan yang terbaik, Val.” Maya mendukung keputusan apapun yang Valrey ambil.
“Baiklah,” jawabnya pela tapi tegas.
Satu hal yang tak bisa ia ugkapka sekarang sebenarnya adalah, Valrey memikirkan kondisi Lucky yang dibawa oleh iblis saat pertarungan terakhir. Sebenarnya ia berharap jika misi pertama yang diberika Mickey adalah untuk membawa Lucky kembali. Namun, setelah mendengar pejelasan Mickey tentang sekian banyak nyawa yang akan melayang membuatnya harus mengambil keputusan terbaik. Ia harus merelakan Lucky, semoga teman barunya itu dalam keadaan baik-baik saja dan bisa menemukan jalan untuk kembali pada mereka secepatnya.
“Satu lagi, aku akan mengikut sertakan Maya di dalam tim ini.”