My Sweeties Boy ~ 24

2235 Words

Setelah memarkir helinya di kota X, Pibi membawa gue ke mal di tengah kota. Lagi~lagi dia membelanjakan gue baju, gue protes saat baju yang dibelinya itu baju cewek. "Pibi, seharusnya lo tau gue gak boleh membuka identitas gue. Kenapa lo justru membelikan baju cewek?" protes gue. "Ayolah Bi, senengin gue sekali saja! Lagian, di kota ini gak ada yang mengenal kita. Gue ingin merasakan pacaran sama cewek, ngedate sama cewek. Gegara cinta sama lo, gue rela dianggap tak normal, dan dicibir m**o. Tapi dalam hati kecil, gue juga ingin sesekali merasa seperti orang normal lainnya," keluh Pibi. Gue merasa bersalah padanya. Gegara keegoisan gue, Pibi menjadi korban. Dia dianggap cowok gasrek, cowok m**o, padahal dia paling benci kaum homo. Hati gue melunak menyadari itu. Gue membiarkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD