My Sweeties Boy ~ 19

1566 Words

Saat kami kembali ke asrama, hari mulai gelap. Pibi masuk ke kamar sambil menggandeng tangan gue. Dan tatapannya langsung membeku begitu menyadari kehadiran kakeknya. Tuan Hugo duduk di kursi belajar Pibi bagaikan patung hidup. Lagi~lagi gue teringat patung ikon KFC. Ya Lord, mirip banget! Gue melepas gandengan tangan Pibi ketika menyadari tatapan tajam Tuan Hugo pada tautan tangan kami. "Askano Hugo Hindrata, jadi begini usaha kamu untuk menghindari kakekmu?" tanya Tuan Hugo kaku. "Siapa bilang gue menghindari Kakek? Emang gue lagi sibuk!" jawab Pibi cuek. Seenaknya saja dia merebahkan diri di ranjang, meninggalkan gue berdiri mati gaya didepan kakeknya yang memandang gue tajam. "Pibi ... eh, Aska, gue keluar kamar dulu." Mending gue keluar, daripada menjadi kambing congek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD