Pagi ini gue berjalan sambil menunduk, ada sesuatu yang menyebabkan gue tak percaya diri. Yeah, kalian tau, kan? Tak usah mentertawakan gue! Shut up! Tak usah bicara pada yang lain tentang t*t*t palsu gue yang berubah kecil sekali! Haish, bukan gue gila ukuran alat kelamin. Tapi gue khawatir samaran gue bakal terbongkar gegara urusan per-t*t*t-an. Secara sebelum ini t*t*t gue berukuran jumbo. Sial, ini gegara ulah Pibi yang memaksa gue berganti ukuran t*t*t! "Boy, apa lo habis sunat?" tanya Ahlun yang berjalan menyamakan langkah gue menuju kelas. "Enggak! Paan, sih?!" "Mengapa jalan lo begitu? Mirip orang habis sunat," komentar Ahlun sambil melirik s**********n gue. Dan ia langsung melongo. Diberhentikannya langkah gue supaya ia bisa memeriksa s**********n gue lebih teliti.

