My Sweeties Boy ~ 21

1650 Words

Deg deg deg. Jantung gue berdebar kencang. Gue berdiri mematung di tempat hingga Pibi membentak gue, "Lo niat mandi enggak, sih?" "Eh, i-iya tapi tapi ...." Pibi mulai melepas baju gue dengan tak sabar. Seketika gue menjadi panik. "Pibi, jangan. Gue lepas sendiri saja." Gue menahan tangan Pibi yang berniat melepas jaket gue. "Ya udah, cepetan!" Gue melepas jaket gue dengan amat perlahan, dengan gerak very slow motion. Pibi menatap gue tak sabar. Kini giliran kaus gue, tangan gue gemetar saat hendak melepasnya. Tok. Tok. Tok. Tiba~tiba terdengar ketukan di pintu kamar Pibi. "Aska! Ini Kakek! Buka pintu!" Wajah Pibi berubah masam. "s**t, si Tua itu selalu saja menganggu!" makinya kasar. "Pibi, gue saja yang membuka pintu. Lo mandi saja, karena sudah terlanjur telanj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD