My Sweeties Boy ~ 30

1985 Words

Gue tak bisa tidur. Semalaman gue memegang bibir yang terasa bengkak gegara dicium cowok aneh itu. Mengapa ciumannya terasa memabukkan? Mengapa jantung gue berdenyut liar seperti itu? Kemana perginya akal sehat gue? Gue bertanya-tanya pada plafon putih diatas ranjang gue. Iya, gue tidur di ranjang susun paling atas. Di bawah gue, Askano sialan menempati ranjangnya. Mengapa keadaan ini seakan pernah terjadi? Dejavu lagi. "Tidak, jangan. Maaf ... maafkan .... Tidak ...." Terdengar rintihan di ranjang bawah. Apa cowok aneh itu mengigau? Merasa penasaran, gue mengintip ke bawah. Dia sedang mengigau. Wajahnya mengernyit, keringat memenuhi wajah tampannya. Bisa juga si songgong menderita dan tampak tak berdaya. Argh, peduli amat pada penderitaannya! Dia sangat menyebalkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD