Gue membuka pintu kamar dengan perlahan, khawatir mengganggu Ethan yang mungkin telah terlelap. Tapi ternyata cowok itu masih terjaga, seperti tengah siaga menunggu gue. “Uuuh, syukurlah Kak Boy kembali. Ethan kepikiran terus dari tadi." Dia menghampiri gue dan memeluk gue erat. "Gue tak apa. Tadi cowok aneh itu membawa gue ke klinik asrama, setelah itu dia menghilang. Selesai diperiksa dan diobati, gue ketiduran. Makanya sampai malam gue baru kembali ke kamar." Ethan menarik napas lega. Lalu dia menuntun gue duduk di kursi. "Kak Boy pasti belum makan." Seakan merasa tengah dibicarakan, perut gue bernyanyi keroncongan menagih jatah. "Sudah terjawab, ya." Gue terkekeh geli. Ethan ikut tertawa lalu membuka tepak makan di meja belajar. “Wih, hokben. Boleh juga adik gue satu in

