Kedatangan mu
Lee Rui Seorang pria muda yang sudah lama hidup sendiri mulai merasa lelah pada dunianya. ia ingin mengejar mimpinya menjadi seorang yang pandai bela diri.
bela diri yang ia gemari adalah taekwondo dan tinju. karena usulan seorang teman ia mengikuti turnamen tinju yang hadiahnya lumayan untuk membayar kost dan menabung. tetapi saat akan menaiki ring ia terjatuh dan di nyatakan Meninggal.
saat ia sadar dia sudah dalam keadaan yang sangat gawat, di atas tebing yang sangat tinggi dan di siksa oleh dua orang pria.
Dimana aku? Eh aku tidak bisa bicara apa ini?
Eh kalian apa yang kalian? Eh tunggu jangan lempar aku.. agh...
Lalu bertemu dengan seorang pria tampan berasal dari kerajaan megah. Menjalani kehidupan sehari hari dengannya.
,,,
Seorang pria muda terbangun dari pingsannya , ia terkejut setengah mati sudah berada di atas tebing air terjun yang sangat tinggi. Tangan dan kakinya diikat , ia juga tidak bisa berbicara entah kenapa namun seperti ada yang menahan di tenggorokannya.
Ia berusaha mengeluarkan suaranya namun tidak bisa. Tiba tiba ada dua orang pria tertawa dibelakangnya salah satu pria itu menarik rambutnya.
Pria itu menarik rambutnya sangat keras seakan akan rambut itu akan terlepas dari kulit. Ia mencoba menahan rasa sakit itu dan sedikit demi sedikit air mata keluar. Kedua pria yang menyiksanya semakin kegirangan dengan wajah yang menyeramkan.
Saat diujung tebing, ia melihat air terjun yang sangat tinggi. Ia juga melihat beberapa harimau disana sedang berlalu lalang.
"Nah Apa kau takut? Lihat disana ada banyak beberapa ekor harimau!"
Enmmm ummm...! . Berusaha mengeluarkan suara yang tertahan ia memelototi pria itu.
"Aduh... Tatapan mu sungguh menakutkan Rui. Tapi aku tidak takut hahaha kau hanya seorang sampah di keluarga kita apa lagi kau tidak bisa bicara" Ucap pria yang sedang mengamatinya di atas batu.
Rui mulai mengerti kenapa dia tidak bisa bicara , tatapan Rui mendendam pada mereka. Saat Rui berusaha lepas dari tangan mereka , salah satu dari mereka menendangnya. Tubuhnya jatuh ke air terjun yang sangat tinggi , melayang seperti tidak ada beban.
Kedua orang itu pun melihat Rui jatuh dan bergegas pergi dari lokasi.
Sebuah suling berbunyi dengan alunan yang sangat tenang dan seperti memberikan pesan pada pendengar untuk tenang.
Rui memejamkan matanya dia berusaha untuk tetap tenang. Di balik sebuah pohon ada seorang pria tua yang tersenyum melihat Rui yang mengerti akan perintahnya. Pria itu melompat terbang dan menyelamatkan Rui.
Saat sadar ia sudah ada di dalam goa tetapi Goa itu sama sekali bukan seperti Goa. Di dalam Goa ada banyak sekali barang seperti di rumah. Kasur yang empuk, meja , piring tertata rapi, aroma obat obatan yang menyengat, dan ada banyak gulungan kertas di atas meja.
Rui : dimana aku? Agh.... Pusing sekali seperti nya aku masih tidak bisa berbicara normal. Kenapa? Lalu dimana tempat ini bukannya aku harusnya ada di arena.
Kakek kakek berambut putih panjang mendekatinya dengan mengelus Elus jengotnya Dan duduk di dekatnya . Rui mencoba untuk waspada kepada kakek kakek itu karena ia tidak bisa mempercayai orang. Terlebih lagi dia tidak tau dia sedang ada dimana.
"tenang lah aku tidak akan melakukan hal yang tidak baik kepadamu! Ini minum lah supaya luka di tubuhmu cepat sembuh" ucap Kakek itu dengan menyerahkan segelas air berwarna hijau.
Rui mencoba meminumnya , ia terkejut karena rasa minuman itu sangat pahit. Ia memutahkan dan mengembalikan gelas itu kepada kakek itu. Ia mencoba berbicara kepada kakek itu dengan menggelengkan kepalanya.
"Hah jika kau tidak mau minum kau akan mati disini! Karena ada banyak racun yang bersarang di tubuhmu apa lagi kau sedang terluka!"
"Apa kau benar benar tidak ingin membalas pada mereka hm? Aku tau kau bukan orang dari dunia ini." Sambung kakek itu dengan tersenyum.
Rui terpaksa meminum ramuan itu hingga habis ditelannya dengan sedikit usaha.
"Baik aku akan menghilangkan segel pada leher mu , tahan sedikit anak muda"
Kakek itu duduk dibelakang Rui dan memutar tangannya sembari mengucapkan mantra. Kakek itu membentuk dua jari lalu di tusukan ke leher kiri Rui. Yang membuatnya sangat sakit seperti ditusuk oleh pisau di lehernya.
Rui meringis kesakitan dan pingsan karena rasa sakit itu. Kakek itu tersenyum karena melihat Rui sekali lagi pingsan dihadapannya.
"Astaga , kenapa lemah sekali anak ini"
Ia membenarkan posisi Rui saat tidur dan menutupinya dengan selimut yang hangat. Malam hari Rui terbangun dengan kaget banyak keringat yang keluar dari tubuhnya.
Ia bermimpi yang sangat menyakitkan yang sangat menyiksa Rui. Itu bukan mimpi melainkan transferan daya ingat sang Pemilik tubuh asli. Rui terbangun dari mimpi samar samarnya dengan memegangi kepalanya. Ia baru sadar tidak ada ganjalan di tenggorokannya pun mencoba untuk berbicara.
"Ah akhirnya aku bisa bicara! Dimana kakek itu? Aku harus berterima kasih dan bertanya kenapa dia bisa tau aku bukan dari dunia ini!"
Kakek itu duduk di jendela dengan menatap Rui yang terbangun. Sinar bulan purnama menyinari jendela itu.
Tiba tiba kakek itu berubah menjadi seorang Pria yang muda. Rambutnya berwarna Putih perak panjang menjuntai. Ia turun dari jendela dan berdiri dihadapan Rui dengan senyuman yang mempesona.
Ia duduk dengan anggun dan berwibawa seperti seorang pria terhormat.
"Ka..kau..!!" Ucap Rui terpatah patah.
Pria itu hanya tersenyum kepadanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Kau kakek yang tadi? Kenapa bisa...jadi..."
"Ceritanya panjang jangan terlalu di pikirkan! Kau ingin tau kan bagaimana aku tau kau bukan orang dari dunia ini?" Ucap Pria itu.
Rui bingung harus menjawab apa karena yang dikatakan pria itu benar adanya. Pria itu menghela nafas yang panjang dengan memejamkan matanya yang lentik.
"Karena kita sama! Tetapi aku sudah ada di dunia ini lebih lama dari mu"
"Ehhh??? " Tatap Rui tidak percaya.
"Namaku dulu adalah Gu Lin tapi saat datang di dunia ini namaku adalah Zhao Lin anak ke 7 kaisar Zhao. Karena kebodohan pemilik asli tubuh ini ia terbunuh oleh saudaranya sendiri namun dia diselamatkan oleh seorang master. Tapi sang master tidak tau jika roh nya sudah berganti"
"Aku di beri banyak sekali ilmu hingga aku berusia 20 tahun. Saat itu master yang sangat ku hormati wafat saat hendak mencari obat obatan. Tetapi saat dia akan wafat ia memberiku sebuah lembaran kertas yang berisi ramalan miliknya. Ya itu mengatakan kau akan datang , dan tepat tadi Pagi "
Rui mulai mengerti apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Ia mulai mengingat ingat tentang mimpinya tadi yang samar samar dibenaknya.
Ia mencoba sekuat tenaga untuk mengingat banyak memori dari pemilik asli. Semakin ia mencoba mengingat kepalanya semakin sakit. Lin memintanya untuk tidak memaksakan dirinya untuk mengingat terlalu keras.
Rui : bagaimana dengan turnamennya? Baru saja masuk final kenapa aku menghilang dan di dunia ini!. Tapi tidak apa apa untuk saat ini aku tidak akan kena marah ibu kost hahaha...!!!
Lin masih menatap Rui yang senyum senyum sendiri dengan wajah yang licik. Tiba tiba Rui tersadar dan menggenggam tangan Lin.
"Baiklah, Tuan Lin jelaskan tentang diriku yang berada di dunia ini! Apakah aku seorang Pangeran juga? Atau seorang penjabat? Dan apakah aku punya banyak selir?" Tanyanya beruntun yang membuat Lin sedikit terusik.
Lin berdiri dan membalikan badan pergi keluar Goa meninggalkan Rui yang sedang penasaran. Rui pun menatap punggung Lin dengan datar dan cemberut.