Kekuasaan Azfary

1123 Words

"Tenang, rahasia aman di tangan, Kakak." ucap Sean dengan kedua halus yang di naik turunkan Cinta Seano. "Hm, jangan sampai ada yang tau lagi, cukup kita berdua." Tegas Seano yang langsung di angguki dengan cepat oleh Sean. Suasana kantin saat ini sangat sepi karena bel telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Sean dan Seano saling menilai pandangan kemudian mengangguk mengerti. Bukan hanya sekedar anggukan, tapi adanya rencana yang telah tersedia dalam otak cerdas. Kenapa kalian masih di luar kelas? Kalian telat? " ucap seseorang dari arah belakang mereka yang membuat kelelahan membeku. Seano berbalik untuk melihat siapa yang kini berbicara pada mereka. "Selamat pagi Bu. Saya mohon maaf karena adik saya masih mengalami kecelakaan akibat beberapa waktu lalu, saya akan membawanya ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD