Main Cantik Meski Hati Teriris Aku sampai dirumah tepat bersamaan dengan datangnya mobil baruku. "Mama, ini mobil siapa?" tanya Rangga yang langsung menyambutku di depan pintu. Putraku itu terlihat segar karena baru saja mandi sore, dia juga terlihat girang sekali. "Mobilnya mama dan Rangga dong Sayang..." jawabku sambil menggendongnya. "Wah asyik...jadi nanti kita bisa jalan-jalan nggak kehujanan lagi dong, Ma. Meski Papa tak ada di rumah?" tanyanya lagi sambil tersenyum yang kemudian hanya kujawab dengan anggukan. Memang sering aku dan Rangga jalan-jalan berdua ketika Mas Satrio keluar kota, dan saat ini memang musim hujan, jadi tak jarang kami kehujanan. Dengan mobil baru ini, tak perlu lagi rasanya kami berhujan-hujanan saat sedang keluar rumah. "Memangnya Mama bisa nyetir kayak

