Tanpa mennunggu jawaban dariku, panggilan ini langsung diakhiri, dia mungkin terlalu takut jika ketahuan Karen dan marah. Tak sampai lima menit, notifikasi m-bangking sudah masuk ke handphoneku, uang senilai tiga ratus juta rupiah telah masuk. Ternyata begitu mudah menjarah uang dari Mas Satrio, kenapa tak dari dulu semua ini kulakukan? Bodohnya aku. Tapi mulai hari ini, aku tak akan mau kalah dari si Karen itu, mari berlomba menghabiskan uang Mas Satrio Bimo. Tok tok tokkk "Ma...lagi ngapain?!" Teriakan Rangga dari luar itu, tak ayal membuatku terbangun dari lamunan. Gegas kubuka pintu kamar, sebelum putraku itu menangis, mungkin tadi aku terlalu lama di dalam kamar, hingga dia mencariku. Aku pun kemudian lekas membuka pintu kamar, sebelum putraku itu menangis. "Ma, ngapain sih ko

