Ding dong! Ding dong! Pradipta mendongak, melihat ke arah lurus dimana pintu rumahnya berada. Lelaki itu berhenti sejenak dari aktifitas membuat teh untuk Prily, ia yakin sebentar lagi gadis itu akan turun dari kamar Pricilia sebab saat mengantar sarapan ia bisa melihat kondisi gadis itu yang sudah menjadi lebih baik. Pria itu benar-benar lega ketika melihat putrinya tinggal lagi bergelung di atas kasur sambil meringgis, walau masih terlihat pucat, ia yakin kondisinya akan segera memulih. “Mama?” Pradipta tidak terkejut sebenarnya saat melihat Sahara berdiri di depan pintu rumahnya. Wanita itu pasti hendak protes karena dirinya belum juga menghubungi untuk mengatakan kesiapan menuju lokasi casting. “Kata Pak Nawardi kamu sama Pricilia belum juga kesana,” oceh Sahara terlihat kesal. “Wa

