Twenty Nine

1728 Words

  “Wah, udah jam 10.” Pricilia terkejut ketika melihat ponselnya yang berada di dalam tas, sejak tadi benda itu terus berada di dalam sana tanpa sekalipun ia keluarkan. Wah, benar-benar pencapaian yang bagus. “Kamu pulang naik apa?” tanya Pradipta pada Prily saat mereka berjalan menuju parkiran. “Motor, Pak,” jawab Prily kemudian berhenti di persimpangan tempat parkir. Dimana parkir kendaraan roda empat dan dua berbebeda. “Kamu ikut saya saja, saya antarkan.” “Terus motor Miss Pri? Ditinggal? Kasian belum lunas,” celetuk Pricilia membuat Prily berwajah masam. Ck, enak saja. Sudah lunas! “Motor kamu biar disini saja, besok diambil. Bahaya kalo kamu pulang sendiri saat sudah malam seperti ini.” Pradipta yang mengenakan bajo kaos selengan dan celana jeans benar-benar terlihat menawan, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD