Sixteen

1476 Words

“Lo keren banget, Cia!” seru Gendis sambil menggeleng-geleng takjub. “Gue senang banget waktu lo nyiram es jeruk ke wajah belagu si Dion!” gadis itu menceritakannya dengan menggebu-gebu, sebab sebenarnya dari awal masuk sekolah, Gendis ingin sekali melakukan itu pada Dion yang sering kali mengganggu perempuan. “Lo juga keren banget, Ka!” seru Gendis sambil mengancungkan jempolnya ke arah Kanaka yang menanggapinya dengan tersenyum kecil. Remaja lelaki itu tiba-tiba meringgis kala luka di pipinya bertemu dengan obat merah. “Sakit ya, Ka?” tanya Oceana menarik tangannya yang sedang mengobati pipi Kanaka dengan kapas yang sudah ditumpahi dengan obat merah. Pricilia yang mendengar pertanyaan itu mendengus. Sudah jelas bahwa lelaki itu meringgis kesakitan tapi masih saja ditanya. “Enggak ko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD