Prily tak henti-hentinya tersenyum selama perjalanan menuju rumah orang tua Dian yang cukup jauh dari daerahnya tinggal. Gadis itu bahkan sesekali terkikik membuat Pradipta yang berada di sampingnya mendengus menyesal sekaligus merasa bersalah. Ia baru saja memberikan harapan pada gadis itu. “Kamu sudah makan siang?” tanya Pradipta ketika mereka berada di persimpangan lampu merah. Mobil sedan pria itu berhenti dengan mulusnya. “Belum, Pak,” ujar Prily jujur. Gadis itu mengerucutkan bibirnya. Ia dan Biya tadi hanya sempat sarapan bubur Ayam. Wanita yang menjadi Bunda Kenzo itu mengatakan bahwa ia sedang tidak mood untuk masak. “Kalo gitu kita makan dulu,” kata Pradipta sambil melirik jam di tangan kirinya, masih ada waktu. Pria itu kemudian menginjak gas mobilnya ketika lampu sudah berga

