Siapapun... Tolong... DIRINYA!!! “Enggak bakal ada yang nyelamatin lo. Lo bakal mati karena ganggu gue dan Dian!” BRAKKK! BRAKKK! BRUAKKK! Ah, bagaimana bisa ia tidak bisa mencintai Pradipta? Prily memejamkan kelopak matanya, menghela nafas dengan perasaan begitu lega. Kepalanya ia senderkan ke arah kaki kursi lemas. Degub jantungnya tadi menggila perlahan kembali normal ketika melihat sosok Pradipta Nugraha mendobrak pintu itu dengan kedua tangannya. Ah, tunggu, apa tangan pria itu baik-baik saja? Pradipta melebarkan pupil matanya ketika melihat keadaan di depannya, terlebih lagi pada Prily yang saat ini tengah terduduk di menyandarkan di kursi itu dengan kondisi yang bisa dibilang tidak baik. Tanpa perlu mendapatkan penjelasan mengenai situasi di depannya, pria itu berjalan teg

