Eighteen

1497 Words

“Eh, lo udah pulang, Pril? Gue enggak dengar suara motor lo.” Abiya terkejut ketika menemukan Prily berada di depan pintu rumah dengan wajah terlihat sembab, ibu satu anak itu mengerjapkan kelopak matanya, memastikan bahwa penglihatannya benar berfungi baik. Benar. Penglihatannya baik-baik saja. Prily yang berada di depannya sekarang adalah gadis yang biasanya selalu ceria dan bodo amatan tentang apapun. Namun, untuk saat ini itu topeng yang ia gunakan untuk terlihat kuat itu tidak terpasang di wajah cantiknya. Gadis itu sesungguhnya sangat lemah. “Masuk dulu,” ujar Biya menarik tubuh Prily ke dalam rumah dan duduk ruang keluarga. Abiya kemudian pergi ke dapur untuk mengambil teh hangat dan sekotak tisu. “Minum dulu, Pril,” tawarnya sambil mengambil tempat duduk di samping Prily. Gadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD