Kembali tiga sekawan berkumpul di mana untuk kesekian kalinya, ruangan Gildan menjadi korbannya, walau enggan tapi desakan dari Areno yang katanya memiliki berita penting membuat Izam pun menyetujui. Wajah penuh tanya terlihat dari Izam, menuntut penjelasan dari ucapan Areno sebelumnya sedangkan Gildan yang cukup terkejut hanya memasang wajah tak minat. “Ngapain kamu nanya lagi? Memang nggak cukup informasi dari aku?” bingung Izam membuat Areno memandangnya bosan. “Informasi dari pelaku yang terhubung itu lebih akurat” balasan dengan kosakata berat membuat Izam mencebikkan bibirnya, tak menyangka bahwa berita yang katanya penting adalah `Bagaimana rupa Bunda baru Gasdan?` “Maksudnya?” kali ini Gildan yang bersuara, cukup penasaran dengan maksud Areno. “Orangnya tinggi sewaj

