Wajahnya lesu tampak kantong matanya berwarna gelap menandakan dirinya kurang tidur atau lebih tepatnya tidak tidur sama sekali? Bagaimana bisa keadaan seakan menuntunnya pada sebuah kemelut permasalahan, di mana dirinya yang sudah berusaha menarik diri malah berbalik, berpasrah diri. “Saya tidak tau apa yang menyebabkan Anda berbicara seperti tadi di hadapan keluarga saya terlebih Gasdan” kalimat datar terdengar di seperempat perjalanan mereka yang pada awalnya dilalui dengan keheningan. “Tapi jika Anda tidak berniat menikah mengapa menyetujui perjodohan ini?” Amadea sontak saja mengalihkan pandangannya, tampak terkejut karena pernyataan yang didengarnya. “Mungkin Anda terpaksa tapi melihat Gasdan yang sudah dekat dengan Anda, saya harap Anda bisa menjaga bahasa sebelum sa

