Jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam, di mana seharusnya kedua mata Amadea tertutup dan dirinya jatuh ke alam mimpi, apalagi sepulangnya dr. Irwin tiga jam yang lalu, kamar hotel yang di tempatinya terasa sepi. Bagaimana dirinya bisa tertidur ketika masa lalu dan seseorang yang berada di dalamnya berada tak terprediksi di dekatnya, di tempat di mana seharusnya pikirannya bisa tenang? Your Herro [Maaf, aku nggak bisa menemani. Ayah nggak kasih izin, katanya belum mukhrim. Besok aku tunggu penjelasan kamu. Sleep tight Ama J] Amadea menghela napas pelan, membaca pesan yang berada di ponselnya membuat dirinya mengingat beberapa jam yang lalu, saat Rallen menyatakan cinta. Walau hanya bercanda tapi cukup mengusik pikirannya. Terlebih pesan yang diterima dengan adanya k

