Di kediaman Kawirya, entah pergi ke mana kantuk Gasdan karena saat ini dia sedang berceloteh riang. Oma, opa dan onty tersenyum mendengarnya. Ruang keluarga yang tadinya hening karena fokus ketiganya hanya pada berita televisi menjadi teralih mendengar kedatangan malaikat mereka. “Bunda cantik ya, Ayah?” tanya Gasdan yang tidak berminat meminta jawaban karena setelahnya, dia kembali bersuara. “Terus baik banget, Bunda bawain Gasdan nasi goreng dan beberapa camilan manis tapi Ayah nggak kebagian nasi gorengnya soalnya Bunda cuma buat satu bekal aja buat Gasdan.” “Kenapa Ayah nggak dikasih?” Rinni bertanya tapi pandangannya mengarah pada Gildan yang duduk di samping Gasdan. Sadar diperhatikan, Gildan lebih memilih fokus pada berita. “Bunda nggak tau kalau Ayah mau ikut, tapi Ayah

