11a) Orang Pendiam Lebih Berbahaya

1526 Words

“Duh, Neng. Pantas aja nggak mau ikutan minta nomor telepon imam tadi. Suaminya toh ternyata” Amadea terkejut sesaat mendengar pernyataan wanita paruh baya yang tadi sholat bersamanya. Bingung mendera kepalanya, tidak mengerti. “Maksud Ibu?” tanya Amadea.   Gildan dapat bernapas lega setelah telepon terakhir dari Sadam dia terima. Sekitar delapan kali terhitung dari pukul dua siang ini –sesuai jadwal Gasdan keluar playgroup- hingga adzan Maghrib berkumandang dia mendapati telepon dari Sadam.   Harusnya dia tidak perlu kerepotan bila saja Pak Buno dapat menjalankan perannya, tapi rasa sesalnya hilang ketika Amadea dengan tiba-tiba menjemput Gasdan dan mengajak anaknya ke kebun binatang.   Masih terekam jelas dalam ingatannya ketika Gasdan lebih sering tersenyum senang saat bersama Ama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD