Page 2

1053 Words
"Rena, bagaimana kalau pulang kerja nanti ikut bersana kita ke kafe baru yang ada di seberang? Lagi pula, rapatnya selesai lebih cepat dari yang kita kira. Jadi, sekaligus merayakan pulang lebih cepat juga merayakan pekerjaan kita yang sukses dan tidak sia-sia! Bagaimana?" Seorang wanita dengan penampilannya yang cukup berantakan buru-buru mendekati gadis yang ia ajak bicara. Gadis itu bernama Serena Laroche, gadis cantik dengan karir gemilang itu memiliki banyak teman di tempat kerjanya, bukan hanya karena sifatnya yang baik hati dan tegas, tetapi Serena juga merupakan keryawan teladan yang tak akan segan membantu juniornya. Sehingga Serena adalah karyawan kesukaan di sana dan benar-benar menjadi favorit siapa saja. Serena tertawa kecil, perlahan ia membereskan semua peralatan yang ada di atas mejanya. Laptop yang ia pakai, buku-buku yang menjadi catatan selama rapat dan tidak lupa ia membereskan botol-botol minum selama rapat berlangsung. Gadis dengan warna rambut Mahogany yang ditata dengan rapi itu kini menatap ke arah lawan bicaranya yang terlihat penuh semangat. "Kalian mau ke kafe baru? Hm, sepertinya aku tidak ikut. Memang betul pekerjaan kita jadi selesai lebih awal dan kita tidak perlh pulang terlambat seperti kemarin. Aku senang sekali, haha. Tapi sayang sekali, aku tidak bisa ikut, karena aku ingin cepat-cepat pulang ke rumah. Kau tahu bukan? Aldree datang berkunjung sejak satu minggu lalu, dan selama satu minggu itu aku jarang sekali menemaninya. Aku bahkan tidak sempat untuk makan malam dan menikmati waktu dengannya, aku juga jadi tidak enak dengan Ibu yang waktu istirahatnya harus terganggu karena aku tidak bisa menemani Aldree. Meski Ibu masih terlihat sangat muda dan cantik, tetapi tetap saja Ibu sudah berusia empat puluh tahun, sudah harus membutuhkan banyak sekali istirahat pada malam hari. Terutama Ibu setiap hari harus bangun pagi dan membantuku menyiapkan sarapan, hah, rasanya aku merasa bersalah dengan Ibu karena tidak bisa tinggal sendirian seperti kalian. Setelah inu aku akan bilang pada Ibu, jika ia bisa kembali ke rumah dan tidak perlu lagi mengurusku. Aku sudah banyak merepotkan beliau." Serena mengembuskan napas perlahannya karena mengingat apa-apa yang ibunya lakukan untuk Serena. "Aldree? Ah! Tunanganmu yang bekerja di luar Kota itu!? Iya, aku sampai lupa karena kita terus sibuk bekerja. Aku benar-benar melupakannya! Haha, jangan terlalu memberatkan dirimua Serena, Bibi tentu sangat menyayangi anaknya, dan Aldree tentu saja susah pasti mengerti dengan pekerjaan dan deadline. Bukannya dia juga kepala cabang di tempatnya bekerja? Susah pasti mengerti hal-hal seperti ini bukan? Jangan membuat dirimu sakit kepala sendiri, Aldree itu pria baik yang begitu mencintaimu. Meski berjauhan kalian bahkan bisa bertahan sampai empat tahun! Itu sungguh hal yang luar biasa, dan sebentar lagi bukankah kalian akan menikah? Bagaimana kalau kau ajukan cuti besok? Pekerjaan kita selesai lebih cepat dan projek yang kita pegang selesai dengan sempurna, jadi aku sarankan kau ambil cuti dan nikmati waktumu bersama Aldree. Kau dan dia pasti butuh waktu untuk membicarakan tentang banyak hal, mulai dari tempat pernikahan, gaun, hingga cincin. Jangan khawatirkan yang di sini, selama kau cuti aku akan mengurus segalanya! Kau sudah banyak membantuku, jadi kali ini aku yang akan membantumu. Hehe." Gadis itu tersenyum manis dengan tawa kecilnya, Serena menatap teman kantornya itu dengan tatapan haru dan bahagia. Temannya benar, ia harusnya punya banyak waktu untuk berbincang dengan Aldree, tunangannya yang datang dari jauh. Aldree adalah pria yang terpaut usia tiga tahun lebih tua dari Serena, keduanya bertemu ketika Serena mengunjungi runah saudaranya yang ada di luar Kota. Mereka bertemu di sebuah kafe yang ada di sana dan membicarakan banyak hal, Serena menemukan kenyataan di mana antara Aldree dan Serena memiliki banyak sekali kesamaan yang membuat keduanya merasa begitu cocok. Setelah berhubungan lewat ponsel dan bertemu beberapa kali, Serena dan Aldree memutuskan untuk menjalin hubungan bersama dan menjadi sepasang kekasih. Dan tahun kemarin, Aldree melamar Serena untuk menjadikannya istri, Serena yang memang begitu menanti hal itu segera menerima lamaran Aldree. Karena satu dan lain hal, keduanya memutuskan untuk bertunangan lebih dahulu dan setelah menyiapkan segalanya dengan lebih matang barulah mereka akan melanjutkan jenjang status ke pernikahan. Tahun ini adalah tahun keempat mereka bersama, dan tahun depan keduanya berencana untuk menggelar pernikahan. Serena pun sudah mengajukan pengunduran diri di perusahaan tempat ia bekerja pada tahun berikutnya, karena itu meminta cuti di tahun ini tentu tidak akan sulit. Serena berpikir atasannya pasti akan paham kenapa ia meminta cuti selama beberapa hari sebelum kembali bekerja seperti biasa. Serena mengangguk perlahan menyetujui pendapat teman kerjanya ini. "Kau benar, aku akan ajukan cuti besok pagi selama tiga hari, sampai Aldree kembali. Kami akan membicarakan banyak hal, dan tentunya aku juga akan segera memberitahumu tentang itu. Oh! Dan apa kau tahu? Serial kesukaan kita sepertinya memiliki sesi kedua akhir pekan nanti, bagaimana kalau kita menontonya bersama?" "Persaingan dua tokoh? Yang benar!? Tentu saja! Aku sangat mendambakan serial itu untuk kembali tayang! Ah, meski serial itu telah selesai, rasanya aku masih belum bisa melupakan bagaimana kisah hidup Arletta dan Dom. Dan, setelah aku pikir-pikir lagi, kau benar Serena. Ariadna tidak akan jadi sejahat itu jika bukan karena keadaan yang memaksanya. Dia begitu karena kedua orang tuanya terlalu memanjakan dirinya bukan? Lagi pula, Ariadna tidak meminta orang tuanya melakukan pemberontakan. Kenapa Ayahnya sampai harus melakukan pemberontakan dan membuat keluarga Castiello hancur? Hh, kalau dipikir-pikir kembali, Ariadna harusnya bisa hidup dengan baik setelah ia keluar dari penjara. Lagi pula kesalahannya sudah dimaafkan, dan lagi dalang dibalik semua hal yang ia lakukan adalah permaisuri terdahulu! Ariadna yang malang." Serena tersenyum kecil karena perkataan teman perempuannya ini, benar adanya jika manusia itu tidak ada yang terlahir sebagai orang jahat. Seperti cerita serial Persaingan Dua Tokoh, serial romansa kesukaannya dan temannya yang begitu populer. Serial yang menceritakan perjalanan hidup seorang gadis biasa dengan status bangsawan rendah yang membuat putra mahkota kerajaan jatuh hati, klise memang, tetapi entah kenapa serial itu benar-benar disukai hampir semua kalangan wanita. Terlebih lagi bagi Serena, karakter utama prianya: Dominique, adalah tipe pria kesukaan Serena. Dan wajah Aldree yang memang sedikit mirip dengan Dom membuat Serena jatuh hati pada Aldree lebih cepat. Meski serial itu sudah tamat dua tahun lalu, Serena selalu menyaksikannya berulang-ulang sehingga Serena mengingat hampir semua adegan dan jalan cerita serial tersebut. Dan diam-diam, Serena menaruh simpati lebih pada tokoh Ariadna, gadis jahat yang menghalangi kisah cinta Arletta dan Dom. Entah kenapa, Serena merasa Ariadna hanya gadis yang kurang dimengerti, hanya gadis malang yang dapat hidup bahagia kalau saja ada seseorang yang dapat mengulurkan tangan padanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD