Patah hati
"Maaf,Sean.Sepertinya hubungan kita cukup sampai disini,aku harus mengejar karir ku sebagai Artis internasional, " ucap Keyla.
Wanita yang di cintai Sean itu memilih mengakhiri hubungannya dengan Sean setelah menerima kabar dari temannya yang berada di luar negeri.
Malu, kecewa itu lah yang kini di rasakan oleh Sean, Sean malu karena undangan pernikahan sudah di sebar. Namun Keyla tak perduli sedikit pun dengan hal itu.
" Lalu,bagaimana dengan Pernikahan kita yang dua bulan lagi akan dilaksanakan, "jawab Sean.
"Maaf, "ucap Keyla.
Keyla pergi tanpa menghiraukan Sean.
Seketika hati Sean hancur berkeping-keping mendengar ucapan Keyla,wanita yang sangat dia cintai.
Keyla lebih memilih mengejar karir dan mimpinya sebagai model dari pada menikah dengannya.
Sementara itu acara pernikahan mereka semakin dekat,Sean pun bingung apa yang harus dia katakan kepada Mamanya nanti.
Sean tak mungkin pulang, karena pasti mamanya bertanya jika dia pulang dengan kondisi dia saat ini.
Mengingat kondisi kesehatan mamanya akhir-akhir ini kurang baik.
Dengan hati penuh rasa kecewa Sean menuju mobilnya.Sean memilih pergi ke kantornya untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau.
Setibanya di kantor dia melihat salah satu karyawan nya masih bekerja.
Sean menghampiri karyawannya itu.
" Kenapa belum pulang jam segini, " ucap Sean kepada karyawannya itu.
"Ma-maaf, Pak.Saya tadi ceroboh sehingga laporan yang harus saya berikan kepada bapak besok hilang.Jadi saya mengerjakannya ulang, " jawab Diandra gugup saat di tanyai oleh Sean.
"Selesaikan secepatnya agar kamu tidak pulang terlalu larut, " ucap Sean sambil berlalu meninggalkan Diandra yang masih mengerjakan pekerjaannya.
"Baik, Pak, " ucap Diandra.
Setelah perbincangan itu Sean pun masuk kedalam ruangan nya.
Pikiran dan perasaan Sean sedang kacau, Sean pun menenangkan pikirannya dengan minum sampai dia mabuk berat.
Diandra yang sudah siap mengerjakan laporan yang diminta Sean berniat izin untuk pulang.
Diandra mengetuk pintu ruangan Sean berkali-kali, tapi tak ada jawaban akhirnya Diandra pun memberanikan dirinya masuk kedalam.
Saat masuk ke dalam ruangan Sean,Diandra melihat Sean yang dia pikir tengah tertidur. karena takut mengganggu Diandra pun langsung bergegas keluar dari ruangan Sean.
Tiba-tiba tangan Diandra di tarik oleh Sean, dengan tatapan matanya yang sayu Sean memandang ke arah Diandra.
"Saya butuh bantuan kamu. Apakah kamu bisa menolong saya? " tanya Sean kepada Diandra yang masih mematung di hadapannya.
Diandra yang terkejut pun hanya mengangguk tanda setuju.
"Bagus, besok pagi setelah sampai kantor kamu langsung keruangan saya,"ucap Sean.
" Baik, Pak, "jawab Diandra.
Setelah percakapan itu Diandra langsung segera pulang, banyak hal yang Diandra pikir kan saat ini tentang apa yang akan dilakukan nya besok untuk membantu atasan nya itu.
Sesampainya di rumah Diandra langsung membersihkan diri dan beristirahat.
Ibu Diandra tak pernah banyak pertanyaan jika Diandra pulang terlambat.
Sementara itu Sean yang mabuk berat akhirnya tertidur di kantor. Namun walaupun dia mabuk Sean ingat apa yang baru dia katakan kepada Diandra.
Keesokan paginya Diandra buru-buru berangkat ke kantor karena dia tidak ingin terlambat.
Di kantor Sean adalah tipe bos yang tegas bahkan mendekati kejam maka dari itu Diandra tak ingin mencari masalah dengan atasan nya itu.
Diandra pun langsung bergegas menuju ruangan Sean, sesampainya di depan ruangan Sean saat Diandra ingin mengetuk pintu Sean memanggilnya.
Ternyata Sean sedang berada di belakang Diandra dan melihat Diandra yang tengah berdiri di depan ruangan kerjanya.
Sean melewati Diandra dan langsung masuk ke ruangannya,melihat Diandra yang masih berdiri,Sean pun langsung menyuruh Diandra masuk.
"Ternyata kamu wanita yang sangat patuh," ucap Sean.
Diandra hanya tertunduk ia sangat takut menatap wajah atasannya itu.walaupun tampan,tapi Sean bukanlah tipe atasan yang ramah beda sekali dengan saudara kembarnya.
Kemudian Sean pun menyuruh Diandra duduk dan meletakkan sebuah map di hadapan Diandra.
Melihat map di depannya Diandra pun bertanya kepada Sean.
"Ini apa, Pak. Sebenarnya apa yang harus saya lakukan untuk membantu Bapak, " ucap Diandra.
"Pertanyaan yang bagus, saya tahu kamu dan keluargamu sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya adikmu berobat.Jadi saya menawarkan bantuan untuk kamu dengan syarat kamu mau bantu saya untuk menjadi pengganti calon istri saya, " ucap Sean.
Diandra terdiam sejenak, dia heran dari mana atasannya tahu tentang masalah pribadinya itu.
Diandra memang sedang butuh banyak uang untuk biaya berobat adiknya, tapi dia belum siap jika harus menikah apalagi menikah dengan atasannya yang terkenal super galak dan cuek.
Sean masih berusaha membuat Diandra menerima tawaran nya karena jika Diandra menolak, ia tak tahu harus kemana mencari pengganti Keyla.Sementara bulan depan adalah acara pernikahan dia dengan Keyla harusnya dilangsungkan.
Sean meminta Diandra menggantikan Keyla karena Sean tak mau menanggung malu dengan membatalkan pernikahannya yang undangannya sudah di sebar dan semua orang sudah tahu.
"Kamu bisa baca isi kontraknya dalam map itu, isinya adalah syarat yang harus kamu patuhi jika kamu mau jadi pengganti calon istri saya, " ucap Sean kemudian.
Diandra pun membuka map dan membaca isi kontrak nya.
"Pernikahan itu sakral, Pak. Bagaimana mungkin saya menikah atas dasar kontrak, Pak," ucap Diandra.
"Terserah kamu mau terima tawaran saya atau tidak, tapi ingat kesempatan tidak akan datang dua kali, " ucap Sean mencoba menggoyahkan pendirian Diandra.
Tak lama kemudian saat Diandra ingin meninggalkan ruangan Sean ponsel di tangan Diandra berdering, saat dia lihat ternyata itu adalah telepon dari ibunya.
Diandra pun langsung menjawab telepon itu,
"Iya, Bu. Ada apa? " tanya Diandra.
"Adik kamu,Nak.Sakitnya kambuh lagi, Ibu gak punya uang buat bawa ke rumah sakit, " jawab ibunya sambil menangis.
"Tenang, Bu. Ibu bawa saja dulu Lala ke rumah sakit, nanti Diandra nyusul, " ucap Diandra mencoba menenangkan Ibunya, padahal dia juga panik.
Setelah panggilan telepon itu terputus, Diandra pun mulai bimbang keputusan apa yang harus dia ambil.
Akhirnya setelah memikirkan semuanya Diandra pun terpaksa menerima tawaran dari Sean.
Sean pun tersenyum senang saat melihat Diandra kembali dan langsung menandatangani kontrak itu, setelah menandatangani kontrak itu artinya setelah menikah nanti Diandra akan menjadi Nyonya Sean selama enam bulan.
Beruntung Ibu Sean bukan tipe orang tua yang pemilih, dia selalu setuju jika itu menurut anaknya baik.
Sean pun meminta Diandra agar besok mau datang ke rumah nya.
Diandra pun hanya bisa mengiyakan perkataan Sean.
Jam pulang kantor pun tiba, Diandra izin untuk pulang lebih cepat karena ingin menyusul adik dan ibunya ke rumah sakit, sementara Sean langsung bergegas pulang.
Sesampainya di rumah Sean melihat ibu,ayah dan saudara kembar nya berkumpul di ruang keluarga.
Ternyata kabar putusnya hubungan Sean dan Keyla sudah di ketahui oleh Mamanya dari saudara kembarnya.
Sean tidak bisa marah, dia pun langsung menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Kenapa kamu rahasiakan semua ini dari kami semua, Sean? " ucap Mamanya.
"Maaf, Ma. aku gak mau buat mama kepikiran, " jawab Sean.
"Lalu, bagaimana dengan acara pernikahan kamu bulan depan, Sean? " tanya mamanya lagi.
Sean terdiam sejenak dia mengumpulkan keberanian untuk menceritakan kepada mamanya soal Diandra.