Dia #2

2401 Words

Dia, Perempuan cantik yang mengganggu pikiranku. Siapa nama panjangnya? Kenapa dia terus berlari dalam memori? -Manggala Yudha- Pagi ini aku bertemu dengannya, dari gerbang utama hingga ke dalam gedung khusus untuk ruang kelas para siswa kelas X. Kelasku sudah terlewat, tapi kenapa langkah kakiku justru mengikutinya terlalu jauh. Rendy juga tak kunjung menghentikan percakapannya. Ya, benar, itu untuk kepentinganku, karena sudah dua hari ini aku datang ke toko kue Candrasa tapi selalu tutup. Aku ingin merasakan selezat apa kue yang dijual di sana dan yang lebih penting dari rasa adalah informasi apa yang bisa aku dapatkan. Aku tidak mengerti, pikiran apa yang merasukiku hingga membuatku terlalu kepo pada perempuan ini. "Oh, ke sana saja, Kak." Perempuan cantik ini berkata padaku. Aku me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD