Aya sedang sibuk membersihkan mulut Alex yang baru saja selesai ia suapi makan. Dari atas ranjang Rumah Sakit Alex tak henti memandang Aya di sisinya dan berkata, "ada baiknya juga semua ini terjadi, nggak ada lagi yang menghalangi perasaan kita." Aya tak menjawab, telunjuknya sibuk memainkan bibir Alex yang sangat sempurna di matanya. Alex membentuk senyum kebahagiaan di bibir itu. "Aku kangen dengan ucapan manja kamu, permen strowbery aku...," Alex menirukan gaya Aya pada kalimat terakhir. Mereka tertawa, "ayo bilang, sudah lama aku nggak dengar kata-kata manjamu itu, sayang." Aya tersenyum manja, "permen strowbery aku," katanya sambil tetap memainkan bibir Alex yang ia nilai adalah paling seksi dibanding semua laki-laki yang ada di seluruh penjuru dunia ini. "Itu aja?"

