55. Ayana

1002 Words

Aya memejamkan kedua mata gelapnya kemudian ketika menodongkan pistol tepat di kepalanya sendiri. Dia tidak lagi dapat berpikir apa-apa kali ini. Cintanya, dan dendamnya, seluruhnya ingin menguasai dirinya. "Aku nggak bisa membunuh perasaan aku kepada kamu, Alex. Jadi, ini satu-satunya yang harus aku lakukan, mati di hadapan kamu..." "Aya, jangan lakukan hal bodoh itu! kamu berusaha membuktikan bahwa kakek kamu nggak bunuh diri, kenapa kamu yang justru melakukan kebodohan itu. Kakek kamu nggak akan suka dengan perbuatan kamu ini, Aya. Jangan lakukan. Please jangan! Jangan tinggalkan aku." Alex perlahan merayapkan kakinya ketika bicara. Mata Aya yang terpejam membuatnya mendapat kesempatan untuk bisa mendorong dua kaki Aya dengan kakinya. Aya pun menjadi refleks membuang pelurunya ke dep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD