44. Alexis

1006 Words

Aya dan Yeslyn mulai merasa tegang ketika mendengar apa yang Oma katakan kepada mereka berdua. "Oma, Yeslyn mau ajak Aya ke ruang kerja Opa, boleh? Kita bicara di sana," kata Yeslyn. Oma menganggukkan kepala kemudian berjalan ke kamarnya untuk mengambil kunci ruang kerja almarhum suaminya, Darmawan Wangsadinata. Lalu Aya dan Yeslyn berjalan lebih dulu sambil menunggu Oma yang sedang mengambil kunci ruang kerja Opa. "Sini biar aku saja yang buka," kata Yeslyn ketika Oma sudah tiba dengan membawa kunci. Yeslyn pun tanpa sedetik pun menunda untuk segera membuka lebar pintu berbahan jati tersebut kemudian membiarkan Oma untuk masuk lebih dulu dari mereka berdua. Ruang kerja yang luas dipenuhi oleh buku, arsip dan juga lukisan koleksi milik Opa Darmawan. "Jadi inget Opa kalau lagi di si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD